Home Donggala

DPMD Tak Campuri Proyek di Desa

47
Jabal Nur. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) melalui Kepala Bidang Keuangan Desa Jabal Nur menegaskan pihaknya tidak pernah mengintervensi urusan proyek di desa, termasuk tambatan perahu nelayan yang dipersoalkan di Desa Ogoamas 2 Kecamatan Sojol Utara.

“Urusan proyek di desa ada pendampingnya, kami di dinas tidak bisa mengintervensi proyek,”kata Jabal Nur, Selasa (1/9/2020).

Ia menjelaskan untuk proyek tambatan perahu di Desa Ogoamas 2 Kecamatan Sojol Utara sudah ada anggota BPD melakukan pelaporan progres pekerjaan. Jadi, kata dia kalau dikatakan belum selesai memang masih dalam proses penyelesaian dan pengerjaan proyek itu harus selesai pada tahun ini juga.

“Dua hari lalu ada perwakilan Desa Ogoamas 2 mendatangi saya melakukan pelaporan progres proyek tambatan perahun nelayan, untuk royek tambatan perahu nelayan di Desa Ogoamas 2 sudah dua kali dilakukan pencairan tahap pertama 40% dan tahap kedua 40% sisanya 20% jika pekerjaan telah rampung,” jelasnya.

Disinggung penyebab mulusnya pencairan dana tahap kedua sedangkan di lapangan proyek tersebut progres pekerjaan belum memperlihatkan kemajuan, Jabal menjawab berdasarkan aturan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 2 tahun 2020 proses pencairan tahap 2 tidak diperlukan dokumen pendukung atau LPJ.

“Kami mengacu pada PMK Nomor 2 tahun 2020 yang penekanannya proses pencairan tahap dua tidak dibutuhkan dokumen persayaratan atau LPJ. Masa kami tahan-tahan uangnya desa? Nanti ditahap pencairan ke-3 baru kami mintai seluruh dokumen administrasi pendukung. Kalau memang bermasalah pasti kami tidak cairkan dana proyek tambatan perahu nelayan tersebut, pada intinya kami di BPMD sifatnya pembinaan,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas