Home Palu

BPJAMSOSTEK: Kalau Belum Dapat, Sabar

Suasana pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan, Palu. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • BSU

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Palu memastikan 84.480 pekerja di Sulawesi Tengah telah didaftarkan untuk mendapatkan bantuan pemerintah melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

“Per 28 Agustus 2020 yang terdaftar sudah 84.480 pekerja. Jadi pekerja penerima upah di Sulteng itu sekitar 105 ribu, tapi kan termasuk yang gajinya di atas Rp5 juta dan tenaga kerja asing (TKA),” ungkap Pejabat Pengganti Sementara Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Palu Amrullah,” Selasa 1 September 2020.

Pekerja penerima upah yang diajukan untuk mendapatkan BSU, kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) yang mengatur syarat dan kriteria pekerja penerima upah di antranya yakni, pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK bergaji di bawah Rp5 juta.

Sehingga, tidak semua pekerja akan mendapatkan bantuan dana total Rp2,4 juta tersebut.

Pemberian BSU kepada pekerja penerima upah tersebut sudah mulai dilakukan beberapa waktu lalu. Penyerahan BSU itu merupakan tahap awal dengan jumlah penerima sebanyak 2,5 juta pekerja. Sementara masih ada sekitar 12 juta pekerja calon penerima BSU yang masih harus menunggu pencairan BSU tahap berikutnya.

“Kami belum punya data berapa pekerja yang sudah ditransferkan di Sulteng. Tapi kalau belum dapat sabar aja, mungkin belum. Karena masih ada 12 juta pekerja (secara nasional) yang belum ditransfer,” ungkap Amrullah.

Dia juga menegaskan bahwa para pekerja yang tidak didaftarkan untuk mendapatkan BSU adalah mereka yang tidak memenuhi syarat dan kriteria yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja.

Bantuan subsidi upah ini sendiri merupakan salah satu nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP).

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas