Home Ekonomi

Koperasi Beringin Sasar 17 Ribu Anggota

78
PENANDATANGANAN - Penandatanganan kerjasama oleh Ketua KPRI Beringin Sulteng, Syarief, dengan pimpinan Bulog Sulteng dihadapan Gubernur Sulteng, H. Longki Djanggola, saat peringatan Hari Koperasi dan Hari UMKM, Selasa, 25 Agustus. (Foto: Istimewa)
  • Gandeng Bulog untuk Distribusi Sembako

Palu, Metrosulawesi.id – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Beringin menyasar 17 ribu anggota sebagai target pasar untuk distribusi sembilan bahan pokok (Sembako). Koperasi plat merah tersebut menggandeng pihak Bulog Sulteng untuk distribusi sembako ke para PNS yang menjadi anggota KPN Beringin.

KPN Beringin dan Bulog Sulteng sebelumnya telah menandatangani kerja sama di sela-sela peringatan Hari Koperasi dan Hari UMKM tingkat Provinsi Sulteng beberapa waktu lalu (25/8). Kerja sama KPN Beringin dan Bulog Sulteng dalam hal distribusi sembako yang menjadi kewenangan Bulog.

Ketua KPN Beringin, Syarief mengatakan sasaran 17 ribu anggota tersebut merupakan angka estimasi potensi pasar yang berasal dari kalangan PNS lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng. Jumlah tersebut sudah termasuk para CPNS, pegawai honorer, dan tenaga kontrak di lingkup Pemprov Sulteng.

Menurut catatan koran ini pada semester I tahun 2019 PNS Pemprov Sulteng sebanyak 12.323 orang. Sementara yang menjadi anggota KPN Beringin baru 1.191 orang atau hanya 13,16 persen.

Syarief mengatakan, memstikan harga sembako yang akan disalurkan Bulog Sulteng ke anggota koperasi lebih murah dibanding harga di pasaran.

‘’Jadi Koperasi Beringin memberikan manfaat kepada anggotanya. Ini juga sebagai upaya menarik minat PNS lainnya untuk menjadi anggota Koperasi Beringin,’’ kata kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Sulteng ini.

Terkait harga, Syarief menyebutkan salah satu contohnya adalah beras. Sesuai yang tertera dalam naskah kerja sama, harga beras yang akan didistribusikan Bulog ke PNS sebesar Rp11 ribu. Berasa dikemas dalam ukuran 10 kg dan 20 kg dan di kemasannya ditempel logo Pemprov Sulteng serta tulisan ‘’tidak untuk diperjualbelikan’’.

Syarief menambahkan ada sejumlah ketentuan dalam kerja sama dalam distribusi beras. Yakni beras harus berasal dari petani di daerah di Sulteng. Kualitas atau mutu beras kelas I yang memenuhi persyaratan umum yaitu bebas hama dan penyakit hidup; bebas bau apek, asam, atau bau asing lainnya; bebas dari campuran dedak dan katul; dan bebas dari tanda-tanda adanya bahan kimia yang membahayakan baik secara visual maupun organoleptik.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas