Home Palu

Inovasi Kepala BPOM Palu Terbaik I

89
TERIMA PENGHARGAAN - Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzi Ferdiansyah (dua dari kiri), saat menerima piagam penghargaan atas inovasi Kafe Obat dan Makanan. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Fauzi Ferdiansyah, mendapat penghargaan atas inovasi KKN Asyik Menjadi Fasiltator Edukasi Obat dan Makanan (Kafe Obat dan Makanan), Kamis, 27 Agustus. Inovasi Kafe Obat dan Makanan mendapat penghargaan terbaik satu pada pelatihan kepemimpinan administrator angkatan I Tahun 2020.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara RI di Makassar, Sulawesi Selatan. Fauzi mengatakan penghargaan yang didapat berkat kerja keras bersama semua jajaran BPOM Palu.

“Karena pelaksana inovasi Kafe Obat dan Makanan adalah teman-teman di BPOM Palu,” ujar Fauzi, Senin, 31 Agustus 2020.

Dia menjelaskan Kafe Obat dan Makanan merupakan inovasi yang melibatkan masyarakat melalui mahasiswa KKN Universitas Tadulako (Untad) sebagai perpanjangan BPOM Palu dalam memberikan edukasi terkait obat dan makanan.

Pelibatan mahasiswa KKN Untad menjadi agen edukasi obat dan makanan salah satu tindaklanjut kerjasama antara BPOM Palu dengan Universitas Tadulako. BPOM Palu memilih Untad karena kampus tersebut memiliki mahasiswa dengan jumlah terbanyak.

Melibatkan mahasiswa KKN Untad dinilai menjadi langkah tepat dibalik sejumlah keterbatasan yang ada. BPOM Palu menyadari dengan keterbatasan personel kehumasan tidak bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. Selain itu, jangkauan jaringan telekomunikasi yang belum merata ke desa-desa turut menyumbang keterbatasan edukasi BPOM Palu.

Sekitar 30 mahasiswa KKN Untad dilibatkan dalam pelaksanaan inovasi Kafe Obat dan Makanan. Hasil pelaksanaannya dari 600 komunitas yang telah diintervensi, terlihat adanya peningkatan pengetahuan komunitas sebesar 64,9 persen.

“Ini mengindikasikan bahwa agen edukasi memiliki peran dalam memberikan informasi dan edukasi kepada komunitasnya,” ucap Fauzi.

Mahasiswa KKN Untad yang tergabung menjadi agen edukasi obat dan makanan mendapat apresiasi Agen Edukasi Award atas kontribusi dalam program KAFE Obat dan Makanan. Agen-agen diberikan hadiah dari Balai POM di Palu dan sponsor berupa tabungan yang diharapkan mampu memberikan motivasi dan penyemangat untuk terus dapat mengedukasi masyarakat.

“Semoga kedepan BPOM Palu bisa menghadirkan inovasi lainnya dalam menggiatkan edukasi obat dan makanan kepada masyarakat. Dengan begitu, tujuan kita agar masyarakat mengonsumsi obat dan makanan aman, bermutu, serta bermanfaat bisa tercapai,” pungkas Fauzi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas