Home Palu

UPT BKN Belum Ajukan Tambahan Komputer

67
Supardi. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Donggala di Palu, Supardi, mengungkapkan dalam tahun ini pihaknya belum mengajukan permohonan penambahan komputer.

“Untuk saat ini belum kita ajukan untuk penambahan, mudah-mudahan tahun berikutnya,” ungkap Supardi, Kamis, 27 Agustus 2020.

Diketahui, UPT BKN Donggala yang berlamat di Jalan Bantilan No. 20 Palu, saat ini memiliki 55 komputer. Supardi mengatakan BKN Donggala di Palu tengah fokus untuk pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Formasi Tahun 2019.

Pelaksanaan tes SKB yang berbasis Computer Assisted Test (CAT) akan berlangsung mulai 1 September sampai 12 Oktober mendatang. Khusus UPT BKN Donggala di Palu, pelaksanaannya dikatakan berlangsung selama 10 hari mulai 1 sampai 10 September 2020. Setelahnya, pelaksanaan SKB berlanjut secara mandiri di kabupaten untuk pelamar instansi daerah mulai 11 September sampai 12 Oktober 2020.

“Setiap hari berlangsung tiga sesi, kecuali Jumat, dengan jumlah peserta 50 orang per sesi,” ujar Supardi.

Supardi merincikan sesi pertama dimulai pukul 08.30 WITA, sesi dua pukul 11.30 WITA, dan sesi tiga pukul 14.30 WITA. UPT BKN Donggala di Palu kata dia menyiapkan sembilan petugas untuk melakukan pengawasan.

Total ada sekitar 1.300 peserta akan mengikuti tes SKB CPNS di UPT BKN Donggala di Palu. Para peserta tersebut merupakan pelamar instansi vertikal dan daerah kabupaten/kota di Sulteng, ditambah dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, peserta SKB CPNS Formasi 2019, diingatkan agar menjaga kesehatan. Itu karena pelaksanaan ujian SKB yang segera berlangsung mulai 1 September sampai 12 Oktober akan menerapkan pemeriksaan ketat sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Peserta penting kami ingatkan agar menjaga kesehatan, jangan sampai sakit,” ucap Supardi.

UPT BKN menyiapkan sarana prasana penunjang demi kelancaran pelaksanaan SKB berbasis CAT. UPT BKN juga akan menyiapkan ruangan khusus bagi peserta SKB bersuhu tinggi diatas 37,3 derajat.

“Jadi nanti kalau ditemukan ada peserta suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat, akan mendapat penanganan khusus dari tenaga kesehatan. Kami sudah menyurat ke dokter agar membatu pemeriksaan kesehatan. Kalau dokter mengizinkan peserta bersuhu tubuh tinggi bisa ikut ujian, ada kami siapkan ruangan khusus. Tapi kita berharap semua peserta dalam keadaan sehat dan suhu normal,” tandas Supardi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas