Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, B Elim Somba. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam hal ini meminta kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) agar lebih memanfaatkan insentif pajak untuk meningkatkan produksi.

“Kementerian Keuangan melalui melalui Ditjen Pajak (DJP) memastikan memperpanjang insentif pajak hingga Desember 2020 Penghasilan (PPh) final ditanggung pemerintah (DTP),” kata Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, B. Elim Somba beberapa waktu lalu.

Menurutnya, insentif pajak PPh final itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku usaha agar mereka tetap taat membayar pajak ditengah pandemi Covid-19 di Sulawesi Tengah.

“Pemerintah tetap akan mendorong para pelaku usaha untuk taat aturan dalam membayar pajak,” ujarnya.

Namun disisi lain, lanjut Elim, harus dapat dipahami juga saat ini UMKM sedang dalam masa sulit. Jangankan membayar pajak, modal untuk produksi saja mungkin masih kesulitan.

“Insentif pajak sudah disediakan, kami mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan itu. Cuma karena UMKM tidak berproduksi, bagaimana kemudian mereka bisa memanfaatkan itu. Ini juga seperti telur dan ayam, mana yang harus didahulukan,” ujarnya.

Ia kemudian menerangkan bahwa, kesalahan terhadap ketidaktaatan membayar pajak dan memanfaatkan insentif pajak ditengah pandemi tidak selalu harus disalahkan kepada pelaku UMKM.

Sebab, Elim Somba meyakini, pelaku usaha saat ini sangat terdampak baik dari penjualan maupun perputaran usaha. Dikatakan, seandainya ada garansi bahwa produksi kemudian dapat diserap dengan baik pasti dengan nyaman untuk mereka akan melakukan produksi.

“Mereka juga kan pasti takut, kalau mau berproduksi nanti laku atau tidak. Tapi yang masih bisa bayar pajak, kami mendorong untuk taat bayar pajak,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas