Home Palu

Revitalisasi Kurikum untuk Penerapan Kampus Merdeka

86
Prof Mahfudz MP. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengungkapkan fakultas lingkup Universitas Tadulako (Untad) telah dan sedang melakukan revitalisasi kurikulum untuk mendukung percepatan dalam penerapan program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

“Kebijakan pemerintah terkait Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, Untad juga telah  merespon dengan mengeluarkan Peraturan Rektor dan  petunjuk teknis pelaksanaannya,” ungkap Prof Mahfudz di Palu, Kamis, 27 Agustus 2020.  

Dia mengatakan kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi terkait Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar telah dilakukan. Kegiatan dihadiri seluruh unsur pimpinan, senat, perwakilan dosen, dan Tendik (tenaga pendidik) dalam rangka persiapan, penyamaan persepsi, dan pernyataan komitment tiap-tiap fakultas untuk mulai menerapkan program tersebut  pada semester ganjil 2020/2021.

Dikatakan, Untad sendiri saat ini masih menerapkan perkuliahan secara online (daring) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Untad terus berupaya untuk menerapkan metode perkuliahan daring, yang dimulakan sejak  awal semester genap 2019/2020.

Prof Mahfudz mengakui sejumlah kendala dan tantangan ditemui selama penerapannya, baik yang sifatnya teknis maupun non teknis. Namun, dengan tekad yang kuat dan semangat kebersamaan yang terus terjalin pada setiap unsur pimpinan, Dosen, dan Tendik, kendala-kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan mudah.

“Kami memahami bahwa, syarat utama yang berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran daring adalah kemampuan literasi digital dosen dan mahasiswa. Literasi digital merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital dan alat-alat komunikasi elektronik dalam proses pembelajaran daring. Oleh karena itu, melalui LPPMP, kami terus melakukan pelatihan bagi tenaga dosen untuk penguasaan literasi digital. Kita semua harus siap menerima bahwa  Online learning is the new normal,” ucapnya.

Menurut Rektor, Covid-19 telah memberikan pembelajaran berharga bahwa dibutuhkan kemampuan adaptasi agar dapat menyesuaikan dengan era digitalisasi dan industry 4.0. Bukan semata-mata penguasaan  metode daring, namun lebih fundamental terkait penyiapan metode-metode pembelajaran yang suitable disajikan secara digital.

Dari itu, Untad kata Rektor terus melakukan penyiapan, penguatan, dan pemutuan Learning Management System (LMS), baik yang terintegrasi di SPADA maupun yang dikembangkan secara mandiri oleh beberapa dosen.

“Kami terus melakukan  monitoring dan evaluasi capain pembelajaran (CP) yang dihasilkan di era Covid-19. Hal ini penting dilakukan sebagai suatu proses pengendalian mutu capaian pembelajaran daring di tiap-tiap prodi,” tandas Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas