Home Palu

Gedung Kampus STISIPOl dan STIE Panca Bhakti Palu Terbakar

143
Si jago merah meludeskan bangunan STIE Panca Bhakti Palu, Senin (31/8/2020) malam. (Foto: Ist/ bem stisipol)
  • Sumber Api Berawal dari Rumah di Depan RS Bhayangkara Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Gedung kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)  Panca Bhakti Palu, di Jalan DR Suharso, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, ludes terbakar, Senin (31/8/2020) malam. Sumber api diduga berasal dari rumah yang berada di belakang kampus—tepatnya depan RS Bhayangkara Polda Sulteng.

Insiden kebakaran berawal dari rumah warga di depan UGD RS Bhayangkara Palu, di Lalan Suharso Lorong III, sekitar pukul 21.15 Wita. Belum diketahui penyebab kobaran api yang terus menghanguskan bangunan rumah.

Kobaran api terus meembet ke bangunan kampus STISIPOL dan STIE Panca Bhakti Palu. Kencangnya angin juga menjadi penyebab si jago merah terus menjalar ke ruangan-ruangan perkuliahan dan administrasi di kampus yang berlantai tiga ini.

Gedung Kampus STISIPOL Panca Bhakti yang ludes terbakar. (Foto: Ist/ bem stisipol)

Amukan si jago merah membuat warga di sekitar geger dan berusaha menylamatkan bang-barang rumah tangganya. Warga kuatir api akan merembet ke rumah-rumah warga yang bersebelahan dengan kampus STISIPOl dan STIE.

Kegaduhan juga trjadi di RS Bhayangkara Palu. Petugas medis serta petugas jaga di Polda Sulteng berjaga-jaga di areal rumah sakit. Sejumlah pasien tampak kuatir an meminta petugas medis untuk mengungsi.

Sejumlah unit kendaraan pemadam kebakaran dari Pemkot Palu, tiba di lokasi dan berusaha memadamkan kobaran api. Selain mobil kebakaran dari Damkar Kota Palu, terlihat juga mobil taktis Water Canon dari Polda Sulteng ikut membantu memadamkan api yang terus merembet ke kompleks kampus STISIPOL dan STIE Palu.

Hingga berita ini diwartakan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Dilaporkan pula, tidak ada korban jiwa akibat amukan si jago merah. Pihak kepolisian masih melakukan penyeliikan dengan meminta sejumlah saksi-saksi. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas