Home Ekonomi

BI Dorong UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah Muh Abd Majid Ikram memeriksa hasil produk UMKM binaan BI Sulawesi Tengah pada pameran, Jumat, 28 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)
  • Era Digital

Palu, Metrosulawesi.id – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah terus mendorong agar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa meningkat dan produknya dapat bersaing. Pembinaan dan pelatihan menjadi hal utama untuk mencapai itu. Hanya saja belum bisa memasang target karena situasi pandemi.

Kepala BI Sulawesi Tengah Muh Abd Majid Ikram mengatakan, sekarang mekanismenya berbeda, KKI nasional pun batch pertama lebih mengedepankan pada showcase (memaerkan) walaupun di dalamnya bussines matching. Namun kita belum memastikan target penjualan karena bagaimanapun orang mau beli apalagi partai besar harus lihat barang juga.

“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk mempertahankan bahwa kita memiliki produk dengan kualitas terbaik,” kata Muh Abd Majid Ikram usai mengikuti pembukaan pameran produk UMKM di Palu, Jumat, 28 Agustus 2020.

Menurut Majid, mudah-mudahan di dalam bisnis matchingnya, terjadi penjualan. Tetapi nanti di batch kedua dan ketiga sambil melihat situasi memang dimungkinkan bisa offline baru kita mengejar target.

“Kalau yang ikut disini kualitasnya sudah bagus. Kita hanya ingin menyampaikan bagaimana memperluas pasarnya saja,” kata Majid.

Tetapi pada binaan-binaan yang lain masih harus meningkatkan kualitasnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap ada tiga jurus untuk menguatkan kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pertumbuhan ekonomi Tanah Air di era digital.

“Kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital,” ujar Perry dalam keterangan resmi, Jumat (28/8).

Perry menjelaskan kreativitas dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Lalu, digitalisasi untuk memperkuat akses produk ke pasar yang lebih luas.

Hal ini pun dikembangkan pemerintah dan BI dengan program UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital. Caranya dengan membangun infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.

Selanjutnya, sinergi juga dibutuhkan untuk meningkatkan koordinasi kebijakan nasional pusat dan daerah. Misalnya dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM.

“BI senantiasa mendukung pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan peningkatan kontribusi UMKM perlu dilakukan sesegera mungkin, meski Indonesia tengah menghadapi pandemi virus corona atau covid-19. Justru menurutnya, pandemi merupakan kesempatan untuk mengakselerasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis kecil.

“Khususnya optimalisasi pemasaran digital melalui platform ecommerce Indonesia,” jelas Wishnutama.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp695,2 triliun untuk penanganan dampak pandemi covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun ini. Khusus untuk UMKM, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk menstimulasi kegiatan usaha di sektor kecil.

Sisanya, diberikan ke sektor kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp106,11 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan insentif usaha Rp120,61 triliun. (ptr/cnn)

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas