Home Palu

Monumen Patung Soekarno Resmi Dibuka Untuk Umum

72
PERESMIAN - Wali Kota Palu Hidayat, saat memberikan sambutan pada acara peresmian Monumen Mutiara Bangsa atau Patung Soekarno untuk masyarakat Kota Palu dan sekitarnya, Rabu, 26 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Hakir)

Palu, Metrosulawesi.id – Monumen patung proklamator sekaligus Presiden Pertama RI Soekarno di Kawasan Taman Gelanggang Olahraga (GOR), resmi dibuka untuk masyarakat Kota Palu dan sekitarnya. Wali Kota Palu, Hidayat melakukan pelepasan tirai patung secara simbolis yang diberi nama Monumen Mutiara Bangsa itu, Rabu, 26 Agustus 2020.

Hidayat mengatakan, pembangunan patung Soekarno atau Bung Karno dibangun karena dulu lokasi Taman GOR merupakan lokasi Gelanggang Olahraga yang dikunjungi oleh Soekarno pada 2 Oktober 1957. Kedatangan Soekarno itu dalam rangka konsolidasi Permesta di Tanah Kaili Kota Palu.

“Sehingga di bagian pidato Bung Karno dengan massa di sini (Gelanggang Olahraga, red), beliau mengatakan dari udara tanah Kaili terlihat seperti rangkaian mutiara,” kata Hidayat.

Hidayat mengatakan, Kota Palu tidak memiliki sumber daya mutiara, dan pihaknya bersama akademisi mencoba mengungkap makna kata ‘mutiara’ di balik pidato Bung Karno itu. Ditemukan bahwa rangkaian mutiara di Kota Palu ini ada dua, pertama, rangkaian kehidupan sosial masyarakat Kaili kaitannya dengan toleransi, kekeluargaan dan kegotongroyongan.

“Saya kira ini sebagai nilai hakiki dari budaya bangsa ini,” kata Hidayat.

Rangkaian mutiara kedua, kata Hidayat, yakni rangkaian alam. Di Kota Palu terkenal dengan destinasi Gunung Gawalise di sebelah barat, bukit, Teluk Palu, sungai yang membelah kota, dan Lembah Palu.

Patung Soekarno. (Foto: Metrosulawesi/ Hakir)

“Ini yang dikatakan 5 dimensi,” ujar Hidayat.

Dia menjelaskan tentang arti dari Monumen Mutiara Bangsa itu, yakni bangunan tempat berdirinya patung setinggi 2 meter, yang berarti tanggal 2. Kedua, patung Bung Karno setinggi 10 meter yang berarti bulan 10 masehi atau Oktober. Terakhir, luas bangunan patung berukuran 5×7 meter yang berarti tahun Bung Karno hadir di Kota Palu.

“Kenapa Mutiara Bangsa namanya, karena nilai mutiara, gotong royong, toleransi, dan kekeluargaan,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, patung Bung Karno dengan nama Monumen Mutiara Bangsa itu sudah dibuka untuk umum dan diharapkan jadi ikon baru Kota Palu.

“Sudah dibuka untuk umum, karena sudah diresmikan oleh Megawati Soekarno Putri beberapa waktu lalu, dan sudah ditandatangani prasastinya,” terangnya.

Nantinya kata Hidayat, pihaknya akan menempatkan semua foto sejarah Bung Karno saat dia berkunjung ke Tanah Kaili Kota Palu. Foto itu akan dipajang di ruang tepat di bawah patung, dan bisa diakses untuk umum.

Reporter: Hakir
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas