Home Palu

Mengedukasi Mahasiswa agar Selalu Waspada

58
TALK SHOW - Sejumlah narasumber dari unsur pemerintahan Kota Palu, serta Ketua STIA Panca Marga saat mengikuti dialog interaktif yang dipandu oleh salah satu reporter RRI Palu, di Gedung Auditorium Ilmu Administrasi Negara, Rabu, 26 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • STIA Panca Marga Palu Gelar Talk Show Gagap Bencana

Palu, Metrosulawesi.id – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Panca Marga Palu, bekerjasama dengan RRI Palu, menggelar Talk Show atau Sosialisasi Program KKLP Angkatan XXIX Tahun Akademik 2019/2020 dengan mengusung tema “Gagap Bencana”, di Gedung Auditorium Ilmu Administrasi Negara, Rabu, 26 Agustus 2020.

Ketua STIA Panca Marga Palu, Dr. Timuddin DG. Mangera Bouwo, mengungkapkan, tujuan dari Talk Show ini adalah melakukan edukasi terhadap diri pribadi mahasiswa masing-masing, dan khususnya untuk masyarakat secara umum yang ada di Sulteng.

“Dengan pendekatan edukasi itu kita patut waspadai, bahwa wilayah Palu, Sigi, Donggala, dan Parimo atau disebut istilahnya Padagimo, masuk dalam sesar Palu koro, kemudian adalah pendekatan preventif dengan mencegah tangkal, apabila daerah-daerah yang sudah dikatakan zona merah tidak boleh lagi melakukan pembangunan,” kata Timudin.

Kata Timudin, dengan dua pendekatan yang dilakukan, masyarakat diharapkan terbuka pola pikirnya, sehingga mereka melaksanakan semua larangan-larangan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Selain itu juga kita berencana bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi, untuk membuka prodi administrasi kebencanaan, sebenarnya jika tidak Covid-19 prodi itu telah dibuka. Namun karena covid jurusan itu akan dibuka 2021,” ujarnya.

Menurut Timudin, KKLP tahun ini cukup banyak 200 orang, dan pihaknya telah minta izin di lembaga layanan dikti yang ada di Makassar, boleh adakan KKN tetapi dengan catatan tidak turun ke desa, tetapi hanya dibolehkan di kampus.

“Sebanyak 200 mahasiswa ini dibagi dalam dua rayon dalam mengikuti KKN, salah satu kegiatannya pertama memberikan masukan kepada masyarakat yang ada di sekeliling tempat tinggalnya, dengan menyampaikan tetang pencegahan bahaya bencana alam, kedua mencegah bahaya non alam khususnya Covid-19 ini,” ujarnya.

Kemudian kata Timudin, para mahasiswa akan melakukan kegiatan-kegiatan dari empat SKS yang ada di KKN itu, dan mereka harus lakukan semuanya. Dengan catatan mereka tidak tidur di kampus, tepat pukul 08.00 mereka sudah pulang, dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami berharap dengan adanya tolk show ini, mahasiswa terbuka pola pikirnya secara otak kiri, maupun otak kananya mengarah kepada koordinasi, inovasi, terhadap instansi tempat kerja mereka nanti, dan mereka diharap mempunya psikomotorik kemauan dan kemampuan, untuk sama dengan teman-teman lain yang sudah maju,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas