Home Sulteng

Kemenag Siapkan 3 Skema Pemberangkatan Haji 2021

48
H. Lutfi Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Masruhim Parukkai)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk pemberangkatan jemaah haji 1442 H atau 2021, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyiapkan tiga skema.

“Kemenag menyiapkan tiga skema pemberangkatan jemaah haji tahun mendatang,” ungkap Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulteng, H Lutfi Junus, di Palu, rabu (26/8).

Menurutnya, tiga skema dipersiapkan karena pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia belum dapat dipastikan kapan berakhirnya. Skema pertama, jika pandemi Covid-19 sudah berakhir. Artinya kondisi sudah kembali normal dan kuota haji juga kembali normal.

Ia mengatakan jemaah yang keberangkatannya batal pada tahun ini, akan diberangkatkan pada 2021. Untuk jemaah yang awalnya berangkat tahun depan, akan mundur tahun berikutnya.

“Kecuali, jika tahun depan Indonesia mendapatkan tambahan kuota,” ujarnya.

Skema kedua, yakni jika Covid-19 belum sepenuhnya hilang sehingga ada pembatasan atau pengurangan kuota.

“Jika diasumaikan berkurang 50% dari kuota saat ini, tentu akan ada jemaah yang mundur lagi keberangkatannya. Ini juga akan berakibat pada daftar tunggu yang semakin panjang,” tuturnya. 

Pengurangan kuota menjadi 50%, kata Lutfi juga akan berdampak pada penambahan biaya. Apalagi jika proses layanan, baik penerbangan, akomodasi, dan konsumsi harus menerapkan protokol kesehatan. Aspek penerbangan misalnya, pesawat yang biasanya bisa menampung 400 penumpang, hanya akan diisi 200 orang. Demikian juga bus jemaah di Tanah Air dan Arab Saudi hanya boleh diisi 50 persen penumpang.

“Protokol kesehatan tentu juga akan diterapkan di asrama haji, termasuk penyediaan layanan swab dan ruang isolasi,” tegas Lutfi.

Skema ketiga, kata Lutfi,  jika wabah Covid-19 masih tinggi dan belum dapat tertangani, ada kemungkinan terjadi lagi pembatalan pemberangakatan jemaah haji.

“Skema ini masih akan terus dimatangkan sesuai dengan perkembangan penanganan Covid di Indonesia, Arab Saudi, dan dunia,” jelasnya.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas