Home Sulteng

Blangko E-KTP Akan Ditambah 58.000 Keping

46
Abd Haris Yotolembah. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulteng, Abd Haris Yotolembah, mengungkapkan pihaknya akan menambah stok blangko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sebanyak 58.000 keping.

“Disdukcapil Provinsi Sulteng siap mendatangkan blangko KTP 58.000 keping,” ungkap Haris, Rabu, 26 Agustus 2020.

Dia mengatakan stok blangko tersebut nantinya bakal didistribusikan ke kabupaten/kota untuk menuntaskan surat keterangan pengganti E-KTP dan PRR (print ready record) di Provinsi Sulawesi Tengah.

Tujuannya demi kenyamanan warga untuk menyalurkan hak suara saat Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Dikatakan, secara regulasi, suket tetap bisa digunakan untuk keperluan pemilihan kepala daerah. Namun Disdukcapil menarget semua warga yang memiliki hak pilih bisa menggunakan E-KTP.

Pada akhir Juni lalu, Disdukcapil Provinsi Sulteng juga melakukan pendistribusian 100 ribu keping blangko E-KTP. Blangko tersebut dijemput langsung ke Jakarta, oleh Haris bersama jajaran.

Pelayanan administarsi kependudukan sendiri saat ini sudah kembali dibuka sejak pemberlakuan new normal. Pelayanan dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal ini sebagaimana dinyatakan Kepala Disdukcapil Kota Palu, Rosida Thalib. Rosida mengungkapkan dalam pelayanan tatap muka, petugas menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), salah satunya dengan memakai masker. Demikian pula bagi masyarakat yang ingin mengurus adminduk, wajib memakai masker.

“Protokol Covid tetap kita utamakan. Saya sudah sampaikan apabila tidak ada masker, jangan dilayani, harus tegas,” ungkap Rosida di Palu, Kamis, 23 Juli 2020.

Saat itu, dia mengatakan ada empat kecamatan di Kota Palu, yang telah kembali telah membuka pelayanan adminduk. Pelayanan adminduk dimaksud seperti perekaman KTP-elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, surat pindah penduduk, dan akta kematian.

“Empat kecamatan itu yakni Palu Timur, Palu Selatan, Palu Barat, dan Tawaeli, ditambah satu pelayanan di PTSP provinsi, namun di tempat ini belum ada perekaman, sebab alat kami masih sangat terbatas,” ucap Rosida.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas