Home Hukum & Kriminal

Baru Tiga Ditetapkan Tersangka

77
Kejati Sulteng saat menggelar press realease terkait penetapan tersangka kasus jembatan Palu IV, Rabu 26 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Kejati Sulteng Tetapkan Tersangka Kasus Pembayaran Eskalasi Jembatan IV Palu

Palu, Metrosulawesi.id –¬†Inisial NMR, adalah satu dari tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, di tahap penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran eskalasi¬† pekerjaan pembangunan jembatan Palu IV, TA, 2003-2007.

Meski tak dirincikan, NMR diduga adalah inisial nama dari Direktur  PT. Global Daya Manunggal (GDM) selaku rekanan atau kontraktor pelaksana pekerjaan Jembatan Palu IV atau Jembatan Ponulele, yakni Nany Meiliana Ruslie. Selain NMR, dua lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dikasus itu adalah inisial ID dan S, yang merupakan pihak atau oknum pejabat dari Pemerintah Kota Palu. 

“Tersangkanya dua orang dari Pemerintah Kota Palu, satu tersangka dari rekanan,” ungkap Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng, Edward Malau SH, MH, kepada sejumlah awak media, dalam  press reales di aula Baharuddin Lopa, Kantor Kejati Sulteng, Rabu (26/8/2020).

Diterangkan Aspidsus Edward Malau, penetapan status tersangka dilakukan berdasarkan  surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nomor Print : 01/P.2/Fd.1/06/2020, tanggal 15 Juni 2020 tentang dugaan korupsi pembayaran biaya eskalasi pembangunan jembatan Palu IV atau jembatan Ponulele TA, 2003-2007.

“Berdasarkan alat bukti yang ada, maka perbuatan tersangka telah memenuhi bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama oleh S, ID, NMR dan kawan kawan,” sebut Edward Malau lagi.

Penetapan tersangka itu dilakukan, setelah berbagai proses telah dipenuhi pihak penyidik Kejati Sulteng, mulai dari pemeriksaan sekitar 53 orang saksi dan satu  ahli di tahap penyidikan, ditambah turun melaksanakan penggeledahan dan penyitaan alat bukti yakni di DPRD Palu, Bappeda dan di Dinas PU kota Palu.

“Di Jakarta yaitu dikantor PT. Global Daya Manunggal, dan di rumah kediaman yang menjadi tersangka,” ujarnya.

Tiga tersangka tersebut baru yang sementara ditetapkan oleh penyidik Kejati Sulteng dalam kasus itu. Karena, ditegaskan Edward Malau, tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka lain yang akan kembali dijerat dalam kasus tersebut.

“Ketiganya dikenakan pasal 2 ayat 1, 3, 5 , 12 Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi jo pasal 55 ayat (1 ) ke 1 KUHP. Selain itu dikenakan pasal 1 angka 4, Jo pasal 5 angka 4 Jo pasal 21 Undang-Undang Nomor: 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tandas Edward Malau. (*)

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas