Home Ekonomi

7.525 UKM di Sulteng Terima BPUM

HARI KOPERASI - Gubernur H Longki Djanggola (keempat dari kanan) dan Kabid UMKM, Arifin S. Ahmad (keempat dari kiri) bersama sejumlah panitia peringatan Hari Koperasi ke-73 dan Hari UMKM ke-5 di kantor PLUT KUKM Provinsi Sulteng, Selasa 25 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)
  • 18 Ribu Lebih Usaha Kecil dan Mikro di Sulteng Masih Diteliti

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan presiden produktif untuk usaha mikro (BPUM) pada Senin lalu (24/8). Di Provinsi Sulawesi Tengah baru sebanyak 7.525 usaha kecil dan mikro (UKM) telah menerima bantuan tersebut. Setiap UKM menerima Rp2,4 juta bantuan yang bersifat hibah.

Menurut Kepala Bidang UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulteng, Arifin S. Ahmad, bantuan tersebut merupakan tahap pertama. Sebab masih ada 18.262 UKM di Sulteng yang hingga saat ini masih dalam tahap verifikasi dan diteliti pemerintah pusat.

”Pemerintah provinsi melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng telah mengusulkan 18.262 UKM ke pemerintah pusat, sekarang masih diverifikasi dan diteliti pemerintah pusat,” kata Arifin yang ditemui usai peringatan Hari Koperasi ke-73 dan Hari UMKM ke-5 di kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUKM) Provinsi Sulteng, Selasa 25 Agustus 2020.

Di Kota Palu sebanyak 2.155 pelaku usaha yang diusulkan sebagai penerima BPUM. Kabupaten Sigi 3.697 pelaku usaha, Donggala 780 pelaku usaha, Parigi Moutong 873 pelaku usaha, Poso 593 pelaku usaha, Touna 3.607 pelaku usaha, Morut 1.809, Morowali 545 pelaku usaha, Tolitoli 675 pelaku usaha, Buol 882 pelaku usaha, Banggai 1.947 pelaku usaha, Bangkep 268, dan Balut 431 pelaku usaha.

Arifin mengatakan, 7.525 UKM di Sulteng yang terima bantuan presiden di tahap pertama itu berdasarkan data dari BRI dan BNI. Kedua bank pemerintah itu ditunjuk sebagai penyalur dana BPUM ke UKM. Selain BRI dan BNI, pihak penyalur dana BPUM juga dilakukan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM).

Mengutip data yang diterima, Arifin mengatakan pihak bank telah menyalurkan dana BPUM ke 7.474 UKM di Sulteng. Sedangkan pihak PNM telah menyalurkan ke 51 UKM.

”Secara nasional tahap pertama ini sudah 742.422 UKM yang telah menerima bantuan tahap pertama,” kata Arifin Ahmad. 

Seperti diketahui banpres produktif untuk usaha mikro kecil diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Senin, 24 Agustus 2020.

Presiden mengharapkan nanti di akhir Agustus akan dibagi kepada 4,5 juta usaha mikro kecil, akhir September 9,1 juta dan setelah itu 12 juta. Jadi totalnya nanti 12 juta usaha mikro kecil yang akan diberikan banpres produktif ini sebesar Rp2,4 juta.

Presiden berpesan agar bantuan tersebut digunakan sebaik-baiknya oleh pelaku usaha mikro seperti pedagang rumahan, asongan hingga pedagang kaki lima. Jokowi mewanti-wanti agar bantuan tersebut tidak digunakan untuk hal yang konsumtif.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas