Home Donggala

Rp10 Miliar Dana Bos Afkin 2019 Belum Cair

77
Anggie Lamarauna. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Siswa Bisa Gunakan Beli Tablet

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Dikdas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala Anggie Lamarauna mengatakan bantuan dana BOS Afirmasi diperuntukan bagi daerah khusus yang memiliki beberapa klasifikasi.

Pertama, kata dia memiliki siswa miskin terbanyak, Bos reguler sedikit, serta jumlah PNS di sekolah tersebut jumlahnya sedikit.

“Jadi penyaluran dana BOS afirmasi bukan wewenang dinas, yang menentukan sekolah mana yang harus mendapatkan dana Bos Afirmasi, tetapi Kemendikbud melalui data Dipodik,” kata Anggie Lamarauna di ruang kerjanya, Senin (24/8/2020).

Dijelaskannya, tahun 2020 ini telah masuk dana BOS Afirmasi pada 322 sekolah di Kabupaten Donggala. Rinciannya untuk sekolah dasar (SD) untuk Bos afirmasi 210 sekolah, kinerja 44 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp15 miliar lebih.

Kemudian untuk tingkat SMP penerima Afirmasi sebanyak 45 sekolah, kinerja 23 sekolah. Total anggaran mencapai Rp3 miliar lebih. Sedangkan untuk Bos Afkin 2019 akan menyusul proses pencairannya.

“Seluruh dana Bos Afirmasi tahun 2020 sudah masuk di rekening sekolah masing-masing, sekitar 60 juta per sekolah, dan dalam waktu dekat juga BOS Afimasi tahun 2019 akan dicairkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang mencapai Rp10 miliar lebih dengan rincian untuk SMP afirmasi 21 sekolah, kinerja 2 sekolah, dan untuk SD Afirmasi 70 sekolah, kinerja 11 sekolah,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk proses pencairan dana BOS Afirmasi tahun 2019 masih menggunkan juknis lama yakni Permendikbud Nomor 31 yang salah satu itemnya adalah dana BOS diperuntukan untuk siswa membeli satu tablet untuk dijadikan rumah belajar.

Sedangkan penggunaan dana Bos Afirmasi 2020 juknisnya telah berubah yang digunakan saat ini Permendikbud Nomor 24 tahun 2020.

“Yang dinanti siswa sekarang adalah dana Bos Afirmasi 2019 untuk mereka pribadi uangnya dibelikan tablet sebagai metode pembelajaran di rumah itu yang belum cair danaya masih di propinsi. Kalau dana Bos Afirmasi 2020 tidak bisa dibelikan tablet karena beda juknis, yang dipakai Permendikbud Nomor 24 tahun 2020,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas