Home Palu

Dikbud Palu Sediakan 40 Tenaga Pendidik ABK

52
DISKUSI PENDIDIKAN - Suasana Forum Group Discussion inklusi yang berlangsung di Palu beberapa waktu. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, mengatakan, dalam situasi apa pun termasuk dalam situasi pandemi Covid saat ini, harus tetap memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak berkebutuhan (ABK) khusus di Kota Palu, meskipun banyak tantangannya.

”Selama ini Dikbud Kota Palu telah melakukan langkah-langkah strategis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) termasuk bagi ABK dengan pendekatan pemetaan dan fasilitasi. Selain itu, kami juga sudah melatih dan mempersiapkan 40 tenaga pendidik ABK di sekolah inklusi yang ada di Kota Palu,” ungkapnya saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Inklusi di Palu beberapa waktu lalu.

Meskipun kata Ansyar, sebelumnya sudah ada pelatihan-pelatihan yang diberikan, namun di masa pandemi perlu diperkuat lagi dengan kompetensi agar pelayanan bagi ABK dapat berjalan maksimal.

“FGD sangat urgen dan relevan dilakukan dalam rangka memaksimalkan pelayanan PJJ, bagi ABK di masa pandemi Covid-19, sekaligus mengevaluasi dan merefleksi praktek pembelajaran yang diberikan oleh para tenaga pendidik ABK di Kota Palu, ” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Penyelenggara Pendidikan Inklusi kota Palu, Arifuddin M. Arif  mengatakan, FGD  sebagai forum untuk menggali informasi dan merefleksikan pengalaman intervensi pembelajaran yang telah dilakukan oleh tenaga pendidik Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di masa pandemi, termasuk informasi berkaitan hambatan-hambatan dalam penyelenggaraan pembelajaran.

“Ada tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam mengoptimalkan pembelajaran di masa new normal bagi anak-anak inklusi/ABK, yaitu aspek komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi (kerjasama) secara intens dilakukan oleh kepala sekolah, guru GPK, maupun peserta didik,” jelas Pakar Pendidikan IAIN Palu itu.

Arifudin mengungkapkan, hasil FGD itu akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan penguatan program bagi Pokja bersama Dikbud Palu dalam upaya memastikan dan mengoptimalisasi penyelenggaraan pendidikan inklusi di masa new normal maupun di masa post new normal.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas