Home Morowali

Polres Morowali Selidiki Insiden Unjuk Rasa Buruh IMIP

66
Kabag Ops Polres Morowali, AKP Nasruddin SH, Sik, MH. (Foto: Ist)

Morowali, Metrosulawesi.id Buntut aksi unjuk rasa I depan Kantor IMIP site Morowal, pihak Kepolisian resort (Polres) Morowali, memeriksa sejumlah saksi terkait insiden pengrusakan kendaraan serta pengeroyokan terhadap karyawan perusahaan.

Unjuk rasa yang digelar Aliansi Buruh dan Rakyat Bersatu, di depan Kantor PT IMIP site Morowali, Sabtu (22/8/2020) lalu, berunjung pada pengrusakan kendaraan milik karyawan perusahaan. Tidak hanya itu, sejumlah karyawan yang hendak masuk kerja mendapat tindakan kekerasan dari pengunjukrasa.

Akibat dikeroyok pengunjuk rasa, sejumlah karyawan yang hendak bekerja dan menolak untuk ikut berunjuk rasa  mengalami  luka-luka an harus menjalani perawatan tim medis.

Terkait insiden tersebut, Polres Morowali, langsung turun tangan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selain meminta keterangan sejumlah saksi, pihak Polres juga telah mengambil rekaman CCTV  untuk penyidikan lebih lanjut.

‘’Segera kami tangkap para pelaku pengrusakan dan pengeroyokan terhdap karyawan perusahaan,’’ ujar Kabag Ops Polres Morowali, AKP Nasruddin kepada Metrosulawesi via Whatsapp, Minggu (23/8/2020).

Suasana aksi buruh di depan kantor IMIP Morowali, Sabtu (23/8/2020). (Foto: Ist)

Dikatakan Nasruddin, terkait hal unjuk rasa yang melewati batas waktu, akan dibubarkan. Saat ini, personil gabungan TNI dan Polri, sudah ditempatkan di titik rawan terjadinya intimidasi terhadap karyawan yang masuk kerja. Penempatan personil TNI AD dan Polri itu terlihat di  persimangan jalan depan Masjid Al-Khairaat,  Desa Fatufia.

 “Akan kami tindak pelakunya. Kami juga akan panggil korlapnya. Terkait kejadian pengerusakan dan pengeroyokan dalam kegiatan unjuk rasa kemarin itu,” paparnya.

Saat aksi, urai NAsruddin,  korlap aksi  menyampaikan, aksi mereka  akan berhenti sebelum pukul 18:00 Wita. Stuasi saat ini, mulai kondusi, karyawan, mulai bekerja seperti biasanya.

“Pemda juga sudah turun melakukan mediasi,” tutup Nasruddin. (*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas