Home Sulteng

Kondisi Pandemi Covid-19, Pemajuan Kebudayaan Tak Boleh Surut

43
FGD VIRTUAL - Suasana FGD tentang strategi pemajuan kebudayaan Sulawesi Tengah di ruang teleconference kantor Gubernur Sulteng, kemarin (18/8). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng kembali menggelar focus discussion group (FGD) secara virtual. Kali ini FGD mengangkat tema ”Strategi Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Tengah” yang digelar di ruang teleconference kantor gubernur Sulteng. 

FGD melibatkan pembicara Gubernur Sulteng H Longki Djanggola yang diwakili Kepala Dinas Dikbud Sulteng, H Irwan Lahace, Wakil Ketua DPRD Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola, dan Ketua Himpunan Adat Kaili Gazali Lembah. Narasumber dari Kemendikbud adalah Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Judi Wahyudin.

Gubernur H Longki Djanggola yang diwakili Asisten I Setdaprov Sulteng HM Faisal Mang membuka acara FGD mengapresiasi kegiatan yang digelar salah satu UPT Dinas Dikbud Sulteng itu. Faisal mengatakan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini upaya pemajuan kebudayaan tidak boleh surut. 

Faisal mengatakan strategi pemajuan kebudayaan secara nasional melingkupi empat hal penting. Keempat hal itu adalah pembinaan, pengembangan, perlindungan, dan pemanfaatan. Sedangkan objek yang menjadi sasaran dari pemajuan kebudayaan ada 10 objek. 

Di dalam perkembangan zaman sekarang ini, ke-10 objek itu mulai punah dan bahkan anak-anak zaman sekarang sudah tidak mengenalnya lagi. Karena sudah digantikan dengan kebudayaan luar yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.  Dalam FGD tersebut Wakil Ketua DPRD Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola membawakan materi berjudul ”Strategi pemajuan kebudayaan Sulawesi Tengah”. Sedangkan Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace membawakan materi berjudul ”Kebijakan dan peran pemerintah terhadap pemajuan kebudayaan di Sulawesi Tengah”.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas