Home Palu

Dapat Remisi, Dua Napi di Sulteng Hirup Udara Bebas pada 17 Agustus 2020

ILUSTRASI - Remisi pada hari kemerdekaan RI. (Foto: Ist/ rj.co.id)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluarkan surat keputusan remisi atau pengurangan hukuman terhadap narapidana di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun 2020.  Dua narapidana saat peringatan kemerdekaan RI langsung dibebaskan.

Kepada Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sulteng, Sunar Agus, dalam surat tentang pemberian remisi yang diterima sejumlah media, menyebutkan, kedua narapidana yang menghirup udara bebas saat kemerdekaan RI ke-75 nanti, yakni 1 Orang narapidana di Lapas Kelas IIA Palu dan 1 orang narapidana di Lapas Kelas IIB Tolitoli.

Dipaparkan Sunar Agus, kapasitas hunian UPT Pemasyarakatan se Sulteng sebanyak   2.932 orang. yang terdiri dari narapidana berjumlah 2.272 orang, sedang tahanan sebanyak 660 orang.

Dari 2.272 narapidana yang tersebear di Sulteng,  yang memperoleh Remisi Umum (RU) I, sebanyak 1.627 orang. Dari jumlah tersebut, narapidana yang menjalani hukuman di Lapas Palu terbanyak memperoleh remisi yakni 504 orang, Lapas Luwuk menempati ju,ah terbanyak kedua yakni 200 orang. Sedang narapidana wanita yang menjalani masa hukuman di LP Perempuan Palu sebanyak 42 orang.

Dari jumlah Narapidana 1.627 orang, , yang memperoleh Remisi terkait PP. Nomor 28 Tahun 2006 sebanyak 101 orang. Sedang dari jumlah Narapidana 1.627 orang, yang memperoleh Remisi terkait PP. Nomor 99 Tahun 2012 sebanyak 342.

Pemberian RU II sebanyak 33 orang, yang terdiri dari Lapas Palu sebanyak 27 orang, Rutan Palu dua orang. Sedang Lapas Ampana, Parimo, Tolitoli dan Kolonedale, masing-masing satu orang. Kemudian dari 31 orang narapidana yang mendapatkan RU II terdiri dari 18 orang narapidana menjalani Program Asimilasi Rumah dan 13 Orang narapidana menjalani pidana pengganti. (subsider).

Sementara itu menyankut tingkat over kapasitas hunian, disebutkan total narapidana dan tahanan di Sulteng berjumlah 2.932 orang, sedang kapasitas hunian hanya 1.711 orang. Maka terjadi over kapasitas sebesar 71 persen. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas