Home Hukum & Kriminal

Polres Palu Ungkap Kasus Prostitusi Online

86
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Palu, berhasil mengungkap kasus tindak pidana prostitusi online di wilayah Kota Palu, dan berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku, dua diantaranya wanita.

Kapolres Palu AKBP Moch Sholeh, kepada awak media, Senin 10 Aguataus 2020, mengatakan bahwa para terduga pelaku diamankan di salah satu hotel yang terletak di jalan Patimura. Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Jumat 7 Agustus 2020.

Petugas mengamankan dua orang pria yang berinisial RRM alias DODI(25) dan FDI alias TATA(29) yang merupakan pemegang akun medsos  Michat, yang di gunakan untuk melakukan transaksi, serta dua orang wanita yang berinisial DW dan JIN, yang saat ini masih bersatus sebagai saksi.

“kedua pria berinisial RRM alias DODI dan FDI alias TATA, sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan dua orang wanita masih sebagai saksi,” ucapnya.

Untuk kedua tersangka RRM alias DODI dan FDI alias TATA, memiliki peran yang berbeda dalam kasus protitusi online ini.Tersangka RRM alias DODI, berperan sebagai pembuat akun di media sosial MiChat, dengan nama akun Tess dan Mtr, yang mengunakan foto profil wanita inisial JIN, dengan tujuan menawarkan diri kepada pria hidung belang dengan tarif yang sudah di tentukan, dan setelah tersangka mendapat pasaran, tersangka  RRM alias DODI langsung mengajak JIN untuk bertemu dengan pria hidung belang, dan JIN sudah menunggu di dalam kamar hotel yang sudah di sepepakati.

 “untuk tarifnya satu kali ketemu Rp.800 ribu per jam, dan kalau untuk semalam tarifnya Rp.3 juta. dan saksi JIN ini sudah berada di kamar hotel yang sudah di sepakati,” ucapnya.

Kemudian untuk peran tersangka FDI alias TATA, yakni melakukan penyewaan kamar di hotel, setelah memesan kamar tersangka ini juga membuat akun di MiChat EW, serta aksinya juga sama dengan tersangka RRM alias DODI, yakni mencari laki-laki yang siap membayar  DW dengan  harga yang sama dengan JIN.

 “Pengakuan kedua tersangka, dari hasil tersebut keduanya mendapatkan uang Rp.150 ribu hingga Rp.200 ribu,” ungkap Kapolres Palu.

Dalam kasus ini pasal yang disangkakan yakni pasal 45 ayat 1 undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana paling lama enam tahun.

“ Saat ini kasus ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Palu,” tutupnya.

Sementara itu, Tersangka RRM alias DODI mengakui dirinya melakukan aksi protistusi online tersebut, baru lima bulan di Kota Palu, sebelumnya dirinya bermain di wilayah Provinsi Gorontalo, dan pasaran DW dan JIN di wilayah Gorontalo sudah turun, sehingga dirinya bermain di wilayah Kota Palu dengan tarif yang masih tinggi.

“Saya ini bolak-balik Palu dan Gorongtalo, dan saya hanya diajak oleh dua wanita ini, untuk membuat akun di MiChat mereka,” jelasnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas