Home Sulteng

Dispusarda Sulteng Canangkan Gerakan Sadar Tertib Arsip

51
PENYERAHAN - Kadispusarda Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju, saat menyerahkan box arsip Covid-19 secara simbolis kepada Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg. Palabbi, di gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Kamis, 6 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pencanangan Gerakan Sadar Tertib Arsip, di gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Kamis, 6 Agustus 2020. 

Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Kegiatan Pencanangan Gerakan Sadar Tertib Arsip Kita Wujudkan Pengelolaan dan Penyelamatan Arsip Pandemic Corona Virus Disease (Covid-19) Menuju Sulawesi Tengah Sadar Tertib Arsip”.

Kepala Dispusarda Sulteng, Ardiansyah Lamasitudju, mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan arsip yang sesuai dengan standar, kaidah, dan prinsip kearsipan. Selain itu menyelamatkan arsip Covid-19 serta mewujudkan Sulteng sadar tertib arsip.

“Di kegiatan ini, selain kita mendengarkan pemaparan narasumber Kepala Arsip Nasional RI, juga akan dilakukan penandatanganan kesepakatan tentang penyelamatan arsip Covid-19 antara pemerintah daerah serta pemerintah Kabupaten/Kota,” kata Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, dalam penilaian secara nasional, Arsip Sulteng masuk di kategori baik, perolehan nilai ini tentunya cukup meningkat, dibanding tahun-tahun sebelumnya masih predikat buruk.

“Jadi kemarin Sulteng dari buruk langsung ke baik, predikat baik ini kami akan tetap pertahankan dan mungkin saja kami akan tingkatkan lagi menjadi amat baik. Olehnya itu, tertib arsip harus digerakan di Sulteng,” ujarnya.   

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg. Palabbi, mengapresiasi atas pencanangan gerakan sadar tertib arsip. Dengan adanya tertib arsip maka kinerja setiap organisasi nyata dan berkelanjutan, serta memberikan dukungan bagi kelancaran proses manajemen organisasi.

“Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 bahwa arsip tidak hanya sebagai bahan data, namun juga sebagai bahan penelitian dan evaluasi kinerja ke depan bagai setiap struktur pemerintahan,” katanya.

Rusli mengatakan, penyelamatan arsip Covid-19 telah menjadi perhatian dunia internasional dengan terbitnya pernyataan bersama oleh Internasional Council On Archives (ICA) bersama UNESCO dan asosiasi kearsipan lainnya.

“Untuk itu Menpan-RB telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Penyelamatan Arsip Penanganan Covid-19, dalam rangka akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan, serta landasan ini menjadi pedoman di Sulteng untuk melaksanakan penyelamatan arsip penanganan wabah Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, kata Rusli, terdapat kriteria arsip yang perlu diselamatkan dan kewajiban pencipta arsip untuk menyerahkan atau terlebih dahulu melaporkan arsip Covid-19, guna kesejahteraan lembaga kearsipan, dalam hal ini Dispusarda Sulteng.

“Olehnya itu saya berharap kebijakan dan aturan terkait upaya merekam secara lengkap penanganan Covid-19 sebagai arsip terdokumentasi, serta dapat tersampaikan secara detail untuk kemudian kita tindak lanjuti. Semoga arsip penanganan Covid-19 di Sulteng menjadi warisan dokumenter historikal bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas