Home Palu

ASN Kemenag Palu Diminta Tingkatkan Kinerja

SAMBUTAN - Kepala Kemenag Palu, Ma’sum Rumi, saat menyampaikan sambutan di kegiatan DDTK, yang digelar oleh Balai Diklat Manado, di MTsN 2 Kota Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, H. Ma’sum Rumi, mengimbau, peserta Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) yang merupakan ASN Kemenag untuk meluruskan perspektif masyarakat, bahwa Kemenag secara kelembangaan bukan hanya milik satu agama saja, tetapi milik semua agama yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembangunan bidang agama penting dikuasai oleh para DDTK, dalam penyusunan laporan kinerja instansi pemerintah (LAKIP),” kata Ma’sum, di MTsN 2 Kota Palu, belum lama ini.

Menurut Ma’sum, tujuan pembangunan bidang keagamaan adalah untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, cerdas, serta saling menghormati antar pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Program dan kegiatan pembangunan bidang keagamaan cukup banyak yang dijalankan oleh pusat dan daerah dengan maksud tujuan yang sama,” ungkapnya. 

Olehnya itu, kata Ma’sum, pihak-pihak terkait dalam hal ini Kemenag, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, serta kelembagaan terkait lainnya, harus dapat bekerjasama membangun koordinasi yang baik, sehingga sasaran dan hasil pembangunan bidang agama lebih tepat dan optimal.

“Selain itu ASN Kemenag sebagai fasilitator harus melayani umat untuk meningkatkan peran di bidang keagamaan, baik melalui jalur instansi, organisasi, dan lembaga keagamaan guna mewujudkan kedamaian, kerukunan, dan toleransi antar-umat beragama,” ujarnya.

Ma’sum menegaskan, di masa pandemi Covid-19, ASN Kemenag harus lebih meningkatkan kinerjanya. Sebab menurutnya, kinerja ASN Kemenag Kota Palu masih dikalahkan oleh ASN daerah tetangga. Olehnya itu perlu ada upaya-upaya yang dilakukan, termasuk DDTK dapat menjadikan ASN Palu untuk mengejar ketertinggalan.

“Sistem bekerja dari rumah atau Work From Home(WFO) dan bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) yang diterapkan di masa pandemi hasilnya masih jauh dari ekspektasi. Sebab setelah dilakukan evaluasi dalam beberapa tahap, hasil kinerja belum maksimal,” jelasnya.

Ma’sum mengatakan, kata kunci untuk meningkatkan kinerja adalah cintai pekerjaan itu, maka secara otomatis segalanya akan mengalir dengan nikmat dan penuh kesyukuran.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas