Home Ekonomi

Palu dan Luwuk Alami Inflasi 0,12%

35
Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk (tengah) saat memaparkan kondisi indeks harga konsumen atau inflasi yang terjadi di Sulawesi Tengah. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada bulan Juli 2020, Badan Pusat Statistik Sulteng menyatakan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami inflasi gabungan sebesar 0,12%.

Sedangkan, inflasi tahun kalender dari Desember 2019 hingga Juli 2020 sebesar 0,72 persen. Kemudian, inflasi tahun ke tahun dari Juli 2019 hingga Juli 2020 sebesar 1,58%.

Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hatauruk menjelaskan Kota Palu tercatat mengalami inflasi 0,16 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,76 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,65 persen.

“Sementara Kota Luwuk pada bulan ini mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 0,55 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,25 persen,” jelasnya, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, Inflasi pada bulan Juli 2020 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,29 persen, diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,88 persen), dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,83 persen).

“Termasuk kelompok transportasi (0,71 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,49 persen), kelompok pendidikan (0,40 persen), kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,27
persen) turut andil dalam inflasi,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada pula andil pada kelompok kesehatan sebesar (0,07 persen). Sementara penurunan indeks harga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,55 persen.

Selanjutnya, diikuti oleh kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,15 persen), serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,09 persen).

“Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 29 kota mengalami inflasi dan 61 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Timika sebesar 1,45 persen, terendah di Kota Jember dan Banyuwangi sebesar 0,01 persen,” ujarnya.

Disamping itu, kata dia, untuk Kota Manokwari mengalami deflasi tertinggi sebesar 1,09 persen. Sementara Kota Gunungsitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk, dan Bulukumba mengalami deflasi terendah sebesar 0,01 persen.

“Kota Palu menempati urutan ke-16 inflasi di tingkat nasional dan urutan ke-8 di kawasan Sulampua, sementara untuk Kota Luwuk menempati urutan ke-60 deflasi di tingkat nasional dan urutan ke-9 di kawasan Sulampua,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas