Home Palu

Wali Kota: Percepatan Huntap, Kita Bekerja Out of The Box

50
TANDATANGAN PRASASTI - Wali Kota Palu, Hidayat, saat melakukan penandatanganan prasasti peresmian dua Musala di kawasan Huntap Balaroa Palu. (Foto: Humaspemkot)
  • Peresmian Musala Bantuan BNI Cabang Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si secara simbolis meresmikan dua Musala bantuan BNI Cabang Palu, Senin, 3 Agustus 2020 di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Kelurahan Balaroa. Bantuan kedua tempat ibadah umat Islam tersebut diberi nama Musala Al-Hidayah yang terletak di Hutan Kota Kaombona dan kawasan Huntap Kelurahan Balaroa Kota Palu.

Dalam sambutannya, Wali kota Hidayat menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama  Pemerintah dan masyarakat kota Palu kepada pihak BNI cabang Palu yang telah memberikan bantuan dua Musala kali ini.

“Terima kasih banyak kepada BNI yang terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu untuk membangun daerah ini,” ungkapnya.

Ia berharap Musala yang dibangun bisa dimanfaatkan  dengan betul dan dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat, bahkan ke depan, Musala yang dibangun diharapkan bisa menjadi Masjid.

Selain itu, Hidayat juga mengatakan pihaknya terus berjuang dan berusaha melakukan upaya-upaya percepatan pembangunan Huntap bagi penyintas bencana di Kota Palu.

“Dalam percepatan penanganan musibah alam ini kita bekerja betul-betul out of the box salah satunya percepatan pembangunan Huntap. Tentunya tantangan yang dihadapi sangat luar biasa,” katanya.

Pemerintah Kota Palu, kata dia, telah menganggarkan Rp103 Miliar dari APBD untuk membangun fasilitas jalan dan drainase yang ada di kawasan Huntap termasuk jalan lingkar luar Kota Palu yang lebarnya sekitar 40 meter.

“Kurang lebih 15 kilometer jalan kita bangun, 7 kilometer di antaranya adalah jalan paling lebar yakni 40 meter kita bangun,” paparnya.

Wali Kota Hidayat menginginkan pembangunan di wilayah Kota Palu tertata dan terstruktur sesuai dengan apa yang direncakan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pembangunan yang dinilai amburadul.

“Jangan izinkan perumahan-perumahan membangun lagi jalan yang lebarnya cuma empat meter, minimal lebar jalan sekitar tujuh meter. Dan saya tidak mau kalau drainasenya bukan pondasi,” tegasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas