Home Olahraga

Pordasi Sulteng Siapkan Anak Petobo Jadi Atlet Berkuda

62
Salah satau atlet muda berkuda asal Kelurahan Petobo, Palu Selatan. untuk dipersiapkan menjadi atlet berkuda Sulteng. (Foto: Ist/ Pordasi Sulteng)

Palu,  Metrosulawesi.id Pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Provinsi Sulawesi Tengah terus berbenah dalam memajukan olah raga berkuda.  Salah satunya dengan fokus pengembangan atlet muda.

Menariknya, dari sekian atlet yang dibina tersebut, terdapat dua atlet muda potensial yang merupakan korban bencana likuifaksi Petobo, 28 September 2018 silam. Kedua atlet tersebut bernama Rifki dan Rehan.

Rifki dan Rehan  masih tercatat sebagai pelajar SLTP di Kota Palu. Meski usianya  15 tahun, namun kedua atlet muda ini sudah berhasil meraih sejumlah prestasi. Pengurus PORDASI Sulteng pun terus memantau perkembangan atlet tersebut dan menggadang-gadang sebagai atlet handal Sulawesi Tengah di event nasional.

Ketua Umum PORDASI Sulawesi Tengah, Anjas Lamatata, mengatakan, kedua atlet muda tersebut merupakan korban bencana likuifaksi di Kelurahan Petobo, 28 September 2018 silam. Anjas yang juga kebetulan tinggal di Kelurahan Petobo, mengaku telah memantau bakat kedua anak tersebut sejak beberapa tahun lalu.

‘’Saya sudah pantau anak itu. Memang keduanya ada bakat dan rajin ikut latihan sejak kecil. Bahkan sebelum bencana likuifaksi,’’ ungkap Anjas.

Anjas optimis kedua anak tersebut bakal jadi atlet berkuda yang handal di Sulawesi Tengah. Untuk itu, ia akan memberikan perhatian serius dan memberi motivasi kepada Rifki dan Rehan agar terus giat berlatih.

Diakuinya, sebenarnya tidak hanya Rifki dan Rehan. Masih banyak anak-anak muda lainnya di Kota Palu, Sigi dan Donggala bahkan kabupaten lain di Sulawesi Tengah yang punya bakat potensial jadi atlet berkuda.

Hanya saja selama ini belum mendapat perhatian yang maksimal. Pembinaan atlet usia muda menjadi salah satu program utamanya dalam memajukan olah raga berkuda di Sulawesi Tengah.

‘’Semoga wabah Corona cepat berlalu, supaya kita bisa melakukan banyak kegiatan atau program. Insya Allah, saya optimis olah raga berkuda bisa maju dan berkembang di Sulawesi Tengah,’’pungkas Anjas. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas