Home Pendidikan

SMK Setop Produksi APD

49
PENINJAUAN - Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, didampingi Kadisdikbud Sulteng Irwan Lahace, dan Kabid Pembinaan SMK, Dr Hatija Yahya, saat mengunjungi salah satu SMK yang produksi pakaian APD, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Hatija Yahya, mengungkapkan, saat ini beberapa SMK di Sulteng sudah tidak lagi menlanjutkan memproduksi pakaian Alat Pelindung Diri (APD). Hal itu disebabkan karena APD telah tercukupi di sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas.

“Pada masa pertama Covid-19 ini mewabah, Pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan, masih kekurangan pakaian APD, maka 10 SMK di Sulteng  yang mempunyai kompetensi keahlian tata busana berinisiatif membuat APD itu secara mandiri,” kata Hatija, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kemudian kata Hatija, inisiatif SMK itu ditawarkan ke Dinas Kesehatan pada saat itu, maka dipakailah pakaian APD itu secara sementara, hal ini berlangsung beberapa saat, kemudian terjadi pemesanan di sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Poso, Banggai, Tolitoli, yang memang rata-rata menghubungi SMK.

“Namun dalam perjalanan waktu APD dari pusat sudah terpenuhi. Olehnya itu kami menyurat ke Dinkes pada saat itu. Sebenarnya kita ingin mengalokasi anggaran pada saat itu untuk pembelian peralatan yang lebih canggih, hanya saja ternyata permasalahan higenitasnya tidak menjamin, karena protapnya di sekolah memang kami akui tidak bisa dijamin,dan itu kami sadari bahwa di sekolahpun alat yang ada tidak terstandar,” ujarnya.

“Namun ternyata oleh Kadis Kesehatan dijawab bahwa saat ini APD yang didrop kemana-kemana sudah tersedia cukup, maka kami tidak melanjutkan program itu,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas