Home Pendidikan

Prakerin SMK Digeser ke Semester Genap

67
Dr. Hatija Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Hatija Yahya, mengungkapkan, sesuai Surat Edaran Dirjen Vokasi Kemendikbud RI, untuk Praktik Kerja Industri (Prakerin) SMK semua digeser ke semester genap.

“Kemudian untuk praktik di lapangan akan dilakukan melalui simulasi, meskipun dalam Surat Edaran Gubernur menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka baru bisa dilakukan paling tidak pada Desember, tetapi kita akan mengikuti perkembangan Covid-19 di Sulteng,” kata Hatija, di ruang kerjanya, Senin, 27 Juli 2020.

Hatija mengatakan, pada prinsipnya SMK akan mengikuti kebijakan pusat, dimana dalam Surat Edaran Mendikbud RI juga sudah sangat jelas bahwa zona merah, kuning, orange, tidak diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, yang diizinkan hanya yang berada di zona hijau.

“Namun perkembangan terkini di Sulteng status zona sangat dinamis, hari ini misalnya ditetapkan jadi zona hijau besok menjadi kuning dan orange lagi. Olehnya itu kita kemarin waktu memutuskan terkait pembelajaran tahun ajaran baru kami rapat koordinasi dengan Tim Gugus Tugas dalam hal ini Dinas Kesehatan, BNPB, Ketua Komisi IV, dan Tim dari kantor Gubernur, setelah berdiskusi maka terbitlah Surat Edaran Gubernur bahwa Kadis Kesehatan sangat tidak mengizinkan di zona hijau sekalipun pembelajaran tatap muka dilakukan,” jelas Hatija.

Untuk itu, kata Hatija, praktik kerja industri ini akan dilaksanakan pada Januari 2021 atau pada semester genap.

“Prakerinnya secara biasa atau tatap muka ini akan ditinjau setelah ada perkenan dari pemerintah, tetapi untuk saat ini masih belum diizinkan. Jadi, jika misalnya di kalender pendidikan siswa Prakerin dilakukan di semester ganjil, maka diputar menjadi semuanya teori, nanti di semester genap mulai Januari itu baru dilakukan praktik nyata di lapangan,” ujarnya.  

Hatija berharap, kepada seluruh siswa-siswi SMK se-Sulteng tetap semangat untuk mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan secara virtual.

“Bagi anak-anakku yang ada di rumah agar benar-benar mengikuti protokol Covid-19 dengan tetap mencuci tangan pada saat ataupun selesai beraktivitas, kemudian terus menggunakan masker, dan selalu menjaga jarak,” katanya.

Hatija juga mengimbau para guru SMK dapat merancang konsep pembelajaran secara inovatif, kreatif, sehingga tidak menimbulkan rasa bosan dan tidak nyaman buat anak-anak didik dalam melaksanakanya proses pembelajaran dari rumah.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas