Home Poso

Pasokan Gas di Poso Bermasalah

64
Salim Bampe. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Sejumlah pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram (Kg)  atau gas “melon” yang ada wilayah Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso  Sulawesi Tengah (Sulteng), mengeluhkan pasokan gas bersubsidi tersebut ke pangkalan lambat kurun dua minggu terakhir. 

Hal tersebut terlihat dengan kosongnya stok gas 3 Kg itu dihampir semua pangkalan yang ada di dalam Kota Poso dan berakibat masyarakat kesulitan mendapatkannya. Namun, hal itu berbeda dengan kondisi di wilayah Pamona bersaudara, keterlambatan pasokan gas “melon” tidak dialami pangkalan di wilayah tersebut dan gas “melon” masih mudah didapatkan oleh masyarakat.

Salah satu pemilik pangkalan elpiji 3 Kg yang berada di wilayah Kecamatan Poso Kota Utara mengakui,  hingga pekan ketiga bulan Juli 2020 pasokan gas “melon” dari pihak distributor yang ada di Poso sudah tidak ada masuk ke pangkalannya.

“Saya tidak tahu kenapa pasokan terlambat  hingga waktu lama,  padahal kami juga sudah memenuhi semua kewajiban kami,” keluhnya, kepada wartawan, Jumat 24  Juli 2020.

Dia mengaku heran, sementara di wilayah kecamatan lain seperti di Tentena  Kecamatan Pamona Puselemba,  pasokan gas bersubsidi itu ke pangkalan justu lancar.

“Ini ada apa sebenarnya, kami butuh penjelasan. Jangan kami dipersulit seperti ini,  karena kami juga harus melayani masyarakat yang membutuhkan gas elpiji  3 kilogram di kota ini,” ujarnya. 

Dia menduga, lambatnya pasokan elpiji 3 Kg ke pangkalan,  karena ada oknum di distributor yang bermain dengan pangkalan di wilayah lain, sehingga pangkalan yang ada dalam kota tidak ke bagian stok.

Menanggapi adanya keluhan  sejumlah pangkalan elpiji 3 Kg bersubsidi atau gas “melon” tersebut, pihak PT. Trio Arba Putra selaku salah satu distributor gas 3 Kg di Kabupten Poso memberikan penjelasannya.

Direktur Operasional PT. Trio Arba Putra, Salim Bampe mengakui, adanya keterlambatan pasokan gas elpiji 3 Kg ke pangkalan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Poso, kurun dua minggu terakhir ini. “Jadi keterlambatan pasokan gas elpiji 3 kilogram bukan hanya terjadi di wilayah Kota Poso tapi seluruh Kabupaten Poso,” ujarnya, saat ditemui dikantornya, Sabtu 25 Juli 2020.

Dia menyebutkan, sejumlah kendala terjadi dalam penyaluran gas elpiji 3 kilogram di wilayah ini, seperti terputusnya pasokan dari stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) Parigi yang dikarenakan kapal dari Depot Elpiji yang ada di Gorontalo yang biasa memasok ke SPBE Parigi sedang masuk dok,  sehingga saat ini pasokan elpiji 3 kilogram harus diambil dari Depot Makassar. 

Kendala lain yang dialami kata dia, yakni antara jumlah pasokan yang ada dengan jumlah pangkalan tidak berimbang. Di Kabupaten Poso jumlah pangkalan mencapai 330 pangkalan, sementara alokasi pasokan elpiji 3 Kg hanya sebanyak empat Loading Oder (LO ) atau setara dengan 2,240 tabung dalam sehari. Satu LO berisi sebanyak 560 tabung. 

Dia mengatakan, hingga  saat ini alokasi pasokan untuk Kabupaten Poso, sudah tertunda atau terpending sebanyak 8 LO atau setara dengan 4,480 tabung.

Dia menambahkan, khusus menjelang hari hari besar seperti Idul Fitri dan dan Idul Adha, biasanya kuota ditambah (exstra dropping) dari jumlah LO. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan kebutuhan masyarakat.

“Insya Alllah dalam satu dua hari kedepan pasokan elpiji menjelang Idul Adha tahun ini,  untuk Kabupaten Poso sudah masuk dari SPBE Parigi dan siap disalurkan ke pangkalan sesuai syarat yang telah ditentukan,” sebutnya.

Dia berharap, sejumlah syarat yang harus dipenuhi pangkalan secara online dalam mendapatkan pasokan gas 3 kilogram, pihak pangkalan dapat  segera memenuhinya. Jika pangkalan tidak melakukan pembayaran dalam waktu yang telah ditentukan maka acount pangkalan dalam  memesan gas akan diblokir.

“Seluruh transaksi dan pelaporan terkait dengan pemesanan gas elpiji dilakukan secara online dan terkoneksi dengan pihak pertamina pusat serta BP Migas,  sehingga jika ada pangkalan yang lalai membayar dan melewati batas waktu yang ditentukan, maka acount mereka terblokir, ” tandasnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas