Home Sulteng

Sulteng Dapat Bantuan 5.000 Paket Balasa

41
I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Dikhususkan untuk Pemangku Kepentingan Ekraf
  • Dispar Kabupaten Kota Diminta Maksimalkan Pendataan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya, mengungkapkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) telah merespon dan menyetujui permohonan bantuan bahan lauk siap saji (balasa) tahap II.

“Yang mana kemarin tahap I provinsi Sulteng telah mendapat bantuan bahan lauk siap saji itu khusus untuk pelaku industri pariwisata. Namun di tahap II lebih dikhususkan pada pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif, seperti usaha kuliner, souvenir, pengrajin, dan juga pelaku seni budaya yakni sanggar, pelaksanaan event, dan lainnya, bahkan mungkin juga akan menjadi perhatian para pengamen,” kata I Nyoman, melalui ponselnya, Jumat, 24 Juli 2020.  

Olehnya itu, I Nyoman, mengimbau kepada semua Dinas Pariwsata (Dispar) Kab/Kota agar memaksimalkan pendataannya.

“Kita di Sulteng mendapatkan alokasi sebanyak 5.000 paket Balasa, dan kita tidak mengalokasikan ke kab/kota berdasarkan jumlah datanya, tetapi tergantung data by name by address,” ungkapnya.

Selain itu kata I Nyoman, untuk pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar mulai saat ini atau setiap hari melakukan update data, sebab paling lambat dalam waktu dua minggu semua data itu sudah diterima pihaknya.

“Insyaallah bantuan ini berarti bagi mereka yang dirumahkan atau di PHK tanpa dibayar,” ujarnya.

Sebelumnya, I Nyoman mengatakan, pandemi Covid-19 bukan saja berpengaruh pada sektor kesehatan, tetapi juga pada sektor sosial budaya, ekonomi, terlebih industri pariwisata yang sangat terpuruk.

“Saat masa pandemi sejumlah tempat-tempat belanja, hiburan, serta lainnya ditutup karena adanya pembatasan sosial, sehingga terjadi penurunan omset dan kemampuan daya beli masyarakat menurun,” kata I Nyoman.

I Nyoman mengimbau, Dispar kabupaten/kota agar tetap ketat memberlakukan protokol kesehatan yang produktif dan aman, sehingga industri pariwisata dapat dipulihkan kembali.

“Saat ini kita harus fokus pada wisatawan domestik (lokal), karena kita tidak bisa lagi berharap banyak dengan kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia, secara khusus ke Sulteng,” ungkapnya.

Kata dia, dalam masa memasuki new normal ini masyarakat diharapkan mulai memanfaatkan fasilitas pariwisata dalam kota saja.

Oleh sebab itu, kata I Nyoman, Kemenparekraf RI mengeluarkan tagline yakni di Indonesia saja.

“Begitu pun di Sulteng Aja, kemudian di kabupaten/kota juga perlu mengeluarkan taglinenya, sebagai penyemangat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal,” katanya.

“Kemenparekraf RI telah mengeluarkan empat program yang dapat dijadikan pedoman di era new normal ini. Dalam masa memasuki new normal ini masyarakat diharapkan mulai memanfaatkan fasilitas pariwisata dalam kota saja,” ujarnya.

I Nyoman mencontohkan, masyarakat sudah dapat menikmati kuliner, menonton film, melakukan spa, mengunjungi museum, atau ke tempat-tempat rekreasi yang ada di dalam Kota, dengan tujuan agar masyarakat mulai keluar rumah untuk berekreasi.

“Kita harapkan tagline-nya bulan Juli-Agustus masyarakat dapat memanfaatkan kunjungan wisata di kotanya masing-masing,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas