Home Donggala

Mutasi Guru Diduga Terkait Pilkada

49
DIMUTASI - Aslin, guru di SDN 7 Lero memperihatkan SK mutasinya kepada wartawan Kamis 23 Juli 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Istri di Pinembani, Suami di Banawa Selatan

Donggala, Metrosulawesi.id – Aslin di usianya 57 tahun adalah salah satu dari 80 guru yang dimutasi secara berjamaah oleh BKPSDM berdasarkan pengusulan Dikjar. Kepada wartawan, Kamis (23/7/2020), Aslin tidak terima proses mutasi tanpa sebab dan terkesan tendensius alias pilih kasih.

“Usia saya sudah tua pak. Baru saya dipindahkan ke kecamatan Pinembani. ‘negeri di atas awan’. Saya juga tidak tau lagi naik motor, dipindah jauh-jauh. Bukan cuma saya yang dipindah. Suami saya pun dipindahkan ke Kecamatan Banawa Selatan. Kami tidak mengetahui penyebab mutasi, tiba-tiba 15 Juli surat mutasi sampai ke kami. Anehnya kok cuma Kecamatan Sindue Induk yang dirombak habis-habisan. Dua sindue lainnya (Tobata dan Tombusabra) tak dilakukan mutasi seperti kami yang penempatannya jauh,” katanya.

Guru yang dua tahun lagi memasuki masa pensiun ini menjelaskan dirinya sangat bijak menerima mutasi jika porsi penempatannya masuk akal. Dia mengatakan, masih banyak daerah terpencil di seputaran Sindue. “Tapi mengapa kami seperti tidak dianggap, padahal kami mengajar di Sindue Induk (Lero) yang nota bene adalah tempat kelahiran dan kediaman dari bupati.”

“Kami mengakui pada politik kemarin tak sejalan, kami boleh dipindah tapi jangan terlalu jauh, saya di Pinembani suami Banawa Selatan bagaimana nasib keluarga kami? Di Sindue masih ada Saloya, desa terpencil kenapa harus Pinembani?, intinya kami mohon dipertimbangkan kembali proses mutasi ini,”curhatnya.

Wakil Ketua II DPRD Donggala Aziz Rauf menyampaiakn persoalan mutasi guru harusnya tidak dikaitkan dengan politik.

“Pilkada sudah selesai, jangan persoalan politik berakibat mutasi pada guru-guru,”sebutnya.

Diketahui pada perhelatan Pilkada 2018, tiga kecamatan Sindue induk, Sindue Tobata, dan Sindue Tombusabora konstalasi politik sangat tinggi. Sebab di tiga Sindue itu tokoh berpengaruh berkompetisi yakni Kasman Lassa dan Taufik Burhan hasilnya Taufik Burhan yang saat itu berpasangan dengan Vera Elena Laruni mengalahkan Kasman Lassa di tiga kecamatan yang ada di Sindue.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas