Home Palu

Ferdinand: Bisa Dihentikan, Jika Pemkot Perintahkan

76
TERIMA PENDEMO - Kepala BP2W Sulteng, Ferdinan Kana’lo (pegang microphone), saat memberikan penjelasan kepada warga yang mendatangai kantornya. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Polemik Pembangunan Huntap III

Palu, Metrosulawesi.id – Ratusan Warga yang tergabung dalam Forum Talise Bersaudara, Jumat, 24 Juli 2020, kembali menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini unjuk rasa dilakukan di kantor Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng, Jalan Soekarno-Hatta.

Dalam orasinya, warga menuntut agar pihak BP2 W Sulteng, yang merupakan kepanjangan tangan PUPR RI (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia), memberhentikan aktivitas pengerjaan di lahan yang rencananya akan dibangun Hunian Tetap (Huntap) III.

Menanggapi permintaan para pendemo itu, pihak PUPR melalui Kepala BP2W Sulteng, Ferdinand Kana’lo yang menemui langsung masa aksi menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan pengerjaan di lahan huntap tersebut, karena hal ini sesuai dengan surat berita acara yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Palu.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sulawesi Tengah tetap akan melanjutkan pengerjaan Hunian Tetap III yang berada di Kelurahan Talise dan Talise Valangguni,” tegasnya.

Ferdinand juga mengatakan, pengerjaan lahan di kawasan tersebut bisa dihentikan jika Pemerintah Kota Palu mengeluarkan surat pemberhentian resmi, tidak menginginkan pembangunan Huntap tersebut.

“Kecuali Pak Wali Kota perintahkan PUPR untuk hentikan semua aktifitas di lokasi huntap secara tertulis, ya kami akan hentikan dan lapor serta minta arahan pimpinan PUPR di Jakarta,” jelasnya.

“Jika pemerintah Kota Palu tidak menginginkan PUPR membangun Huntap di lokasi tersebut dengan surat resmi sesuai dengan kesepakatan Forkompimda, kami akan hentikan pekerjaan,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas