Home Ekonomi

Ekspor Ikan Tergantung Penerbangan

30
Muh Arif Latjuba. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba, mengungkapkan ekspor ikan dari Sulawesi Tengah kembali terkendala penerbangan. Saat ini, aktivitas ekspor Sulteng tergantung jadwal penerbangan maskapai Garuda dari Palu menuju Osaka Jepang. Selain penerbangan, eksportir juga masih tekendala reefer containers (peti kemas berpendingin).

“Baru-baru ini Garuda mengubah jadwal penerbangan (connecthing flight). Jadi terkendala lagi kita mengekspor. Kemarin sudah bagus, dari sini (Palu) hari Sabtu, juga ke Osaka Jepang,” ungkap Arif di Palu, Rabu, 22 Juli 2020.

Dia mengatakan dengan kendala tersebut ekspor ikan Sulteng kembali harus melalui antar pulau. Namun demikian, pihaknya bersama eksportir tengah berupaya agar ekspor ikan bisa kembali melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

“Kalau sudah bagus flight nanti dan normal tetap kembali atau sudah kembali jadwal penerbangan Garuda hari Sabtu,” ucap Arif.

Salah satu solusi yang bisa diambil apabila jadwal penerbangan belum normal yaitu ekspor multi moda. Hanya saja ekspor multi moda membutuhkan biaya tambahan karena ikan harus bermalam dan masuk reefer containers (peti kemas berpendingin) lagi di Jakarta.

“Jadi ada pengurusan dari pelaksana di Jakarta, untuk memfasilitasi pengangkutan,” pungkas Arif.

Seperti diberitakan, ekspor ikan dari Sulteng yang terbaru melalui Bandara Mutiara Palu dilakukan pada pada Sabtu, 27 Juni 2020. Ikan yang diekspor yakni tuna segar menuju negeri sakura Jepang dengan berat mencapai setengah ton.

Arif saat itu mengatakan terlaksananya ekspor melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu berkat dukungan keterlibatan semua pihak yaitu DKP, Beacukai, Karantina Ikan, Dinas Perindag, Bandara Mutiara, pihak garuda dan cargo serta eksportir PT. Arumia Kharisma Indonesia.

“Kami terus berkomitmen meningkatkan ekspor produk perikanan Sulawesi Tengah sebagaimana arahan bapak Menteri KP dan pak gubernur saat launching ekspor perdana produk Sulteng pada 9 Juni 2020,” pungkas Arif.

Adapun ekspor ikan Sulteng dimulai dengan kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo pada 9 Juni. Edhy secara khusus datang melakukan launching ekspor perdana tuna segar hasil tangkapan nelayan Sulteng. Saat itu, launching berlangsung di halaman kantor Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Palu, Selasa, 9 Juni.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas