Home Palu

Disdikbud Palu Tunggu LHP Inspektorat

44
PERTEMUAN - Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo, saat menghadiri pertemuan dengan kepsek dan para Dewan Guru SMPN 19 Palu, Kamis, 23 Juli 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Dugaan Korupsi Kepala SMPN 19 Palu

Palu, Metrosulawesi- Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ambotuwo, bersama Ketua Komite SMPN 19 Palu, dan kepala sekolah mengadakan pertemuan dengan sejumlah guru dan staf yang sebelumnya melakukan unjuk rasa (demo) di depan sekolahnya.

“Demo yang dilakukan para guru ini sangat kami sesalkan dan tentunya mencoreng nama baik institusi pendidikan, menanggapi persoalan ini kami dari Dinas tidak membiarkan, kami bekerja secara profesional dan tidak memihak serta tidak membeda-bedakan semua sekolah, kami akan pantau semuanya,” kata Ambotuwo, di Palu, Kamis, 23 Juli 2020.

Ambotuwo mengatakan, semua persoalan tentunya perlu melalui proses, sehingga diharapkan kepada para guru tidak tidak mengambil langkah dengan melakukan demo.

“Inspektorat sudah menyurat ke kami bahwa tolong di nonaktifkan kepala sekolahnya, tetapi kami tidak bisa melakukan hal itu, karena pengangkatan kepsek itu berdasarkan SK Wali Kota, jadi yang berhak mengambil keputusan adalah pimpinan, dalam hal ini Wali Kota Palu,” ujarnya.

Menurut Ambotuwo, permasalah ini telah dilaporkanya ke Wali Kota Palu, dan beliau menjawab menunggu LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) dulu, jika sudah ada, baru akan diambil keputusan seperti apa.

“Jika memang bersalah, kepseknya dalam hal ini pak Ilman Usman, tentunya akan diproses sesuai sesuai aturan yang berlaku, dalam hal ini kami tidak membela kepsek dan lainnya, tetapi kami dalam posisi netral,” katanya.

Suasana pertemuan dengan kepsek dan para Dewan Guru SMPN 19 Palu, Kamis, 23 Juli 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Ambotuwo berharap, para guru SMPN 19 Palu bersabar, sebab kasus ini masih dalam proses di Inspektorat Palu.

“Kami sangat-sangat berharap demo ini merupakan pertama dan terakhir, sebab dapat mengganggu aktivitas pelayanan administrasi di sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, mengatakan, pihaknya menunggu apa menjadi hasil proses di Inspektorat, sebab pihaknya telah mengundang Kepala SMPN 19 ini dan dirinya menyatakan tidak melakukan hal tersebut.

“Maka kami serahkan persoalan ini ke Inspektorat, bahkan bukan hanya para guru yang meminta pemberhentian sementara, tetapi Inspektorat juga. Tetapi dalam melakukan pemberhentian sementara kita harus konsultasi dulu dengan pimpinan,” ujarnya.  

Ansyar mengaku, jika sudah selesai LHP pihaknya akan mengambil langkah.

“Jadi intinya sebenarnya masalah ini sedang dalam proses, dan para guru ini sudah mengetahui, sebab apa yang menjadi laporan para guru sudah di proses pemerintah kota dalam hal ini Inspektorat, sekarang kita tinggal menunggu apa dari hasil pemeriksaan, jika LHP ini telah keluar maka final apa langkah selanjutnya nanti,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas