Home Ekonomi

Bulog Tambah Pasokan Gula Pasir 300 Ton

71
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun saat ditemui sejumlah wartawan di kegiatan pasar murah. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk persiapan kebutuhan sampai akhir tahun atau menjelang Natal dan Tahun Baru, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta penambahan pasokan gula pasir sebanyak 300 ton

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulteng, Basirun menjelaskan sesuai pemantauan harga dan ketersediaan gula pasir masih terkendali di pasaran lokal. Dimana harga jualnya pun kembali normal.

“Karena gula pasir kami tidak masuk ke distributor besar. Maksimal gula tersebut dijual seharga Rp12.500/kilogram kepada masyarakat (konsumen),” katanya kepada Metrosulawesi, belum lama ini.

Menurut dia, ini sebagai bentuk stabilisasi harga di pasaran yang mencapai Rp15 ribu perkilogram. Ia juga menjelaskan Bulog akan terus melaksanakan operasi pasar (OP) baik daging sapi beku, gula pasir, bawang merah, dan beras

“Kita taat aturan dan misi kami menstabilkan harga gula pasir. Kita berharap masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gula pasir untuk kebutuhan Lebaran karena selain Bulog, juga tentu para distributor gula di Palu akan menambah pasokan kebutuhan pokok dimaksud,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan stok daging beku sapi dan kerbau yang hanya tinggal 5 ton. Bulog Sulteng juga meminta penambahan sekitar 13 ton sesuai dengan kapasitas penyimpanan. Sedangkan, harga daging beku tetap bertahan diangka Rp80 ribu perkilogram.

“Ada juga pembelian berikutnya yang masih kami rencanakan. Jadi, semua bertahap karna jika banyak tidak akan cukup di tempat penyimpanan daging beku,” tuturnya.

Menurutnya, tingkat konsumsi daging beku di masyarakat masih tinggi di lihat dari stok yang hampir kehabisan. Walaupun hal itu tidak langsung mengintervensi daging yang selama ini disuplai oleh peternak.

“Pasar kami bisa dibilang khusus dan dipastikan tidak akan mengganggu pasokan daging lokal. Intinya punya segmen tersendiri, kecuali diminta oleh TPID dan pemerintah daerah untuk intervensi pasar,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas