Home Palu

Psikolog: Penting Bahasa Daerah pada Anak

45
Sejenakhening.com, sebuah lembaga di Kota Palu didukung Caritas Germany melaksanakan Webinar, Rabu, 22 Juli 2020. (Foto: Screenshot/ Syamsu Rizal)

Palu,  Metrosulawesi.id Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr Indria Laksmi Gamayanti MSi Psikolog, menganjurkan sekolah tidak mengajarkan bahasa asing kepada anak pada usia dini.

Justru, kata dia seharusnya bahasa daerah yang diajarkan untuk menstimulus perkembangan anak. Sebaiknya, bahasa asing seperti bahasa Inggris diajarkan di sekolah menengah pertama (SMP).

“Sangat menyayangkan dengan adanya bahasa asing di usia dini. Saya terus berkampanye agar usia dini diajarkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. SMP paling tidak, barulah diajarkan bahasa asing,” kata Indria Laksmi Gamayanti pada acara Webinar, Rabu, 22 Juli 2020, pukul 16.00 Wita.

Webinar dipandu moderator, Rini Junita Bakri Hasanuddin MPsi, dilaksanakan oleh Sejenakhening.com, sebuah lembaga di Kota Palu, didukung Caritas Germany. Seminar dengan tema “Tumbuh Kembang Anak Secara Psikologis”ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Indria Laksmi Gamayanti menjelaskan, dengan mengajarkan bahasa daerah pada anak usia dini, maka akan mempengaruhi perkembangan karakter dan kepemilikan terhadap nusantara serta jati diri bangsa.

Selain itu, kata dia dalam bahasa nusantara juga mengajarkan tentang kearifan lokal.

“Sepanjang saya ketahui, bahasa nusantara mengajarkan kearifan lokal dan kehalusan rasa,” ujarnya.

Karena itu, sebagai sebuah bangsa, bahasa nusantara perlu dilestarikan, bahasa Indonesia dikuasai dan setelah itu barulah bahasa asing.   Menurutnya, orang tua tidak perlu cemas anaknya kelak tidak akan menguasai bahasa asing.

Dijelaskan, bahasa adalah salah satu dari enam  aspek perkembangan yang perlu distimulus. Aspek bahasa berhubungan dengan kemampuan berbicara dan berbahasa.  Lima lainnya adalah aspek kognitif, emosi, socsial, motorik, dan karakter. 

“Bahasa yang terkait dengan gen akan menstimulasi kemampuan lainnya,” katanya. (*)

Reporter: Syamsul Rizal

Ayo tulis komentar cerdas