Home Donggala

Fraksi PKS Temukan Selisih Angka

BERI TANGGAPAN - Juru bisa Fraksi PKS DPRD Donggala Nasrudin membacakan pandangan fraksinya pada rapat paripurna, Selasa 21 Juli 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • APBD Donggala 2019

Donggala, Metrosulawesi.id – Tujuh fraksi di DPRD Donggala memberikan tanggapan beragam terhadap laporan APBD 2019 yang telah dibacakan Bupati Kasman Lassa, Senin (20/7/2020).

Fraksi PKS melalui juru bicaranya Nasrudin pada paripurna pandangan umum fraksi Selasa (21/7/2020), menilai penerimaan biaya sebesar Rp7.564.936.443,21 sementara dalam Perda Nomor 3 tahun 2019 sebesar 7.952.807.502,00 terjadi selisih kurang sebesar 387.871,59 atau 0,04 persen.

Dikatakan, jumlah pengeluaran pembiayaan pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2019 maupun pada Perda Nomor 3 tahun 2019 untuk investasi Pemerintah Daerah sebesar Rp4 miliar namun jumlah penerimaan Silpa tidak sesuai dengan sisa anggaran Silpa tahun 2018.

“Pandangan fraksi menilai banyak uraian-uraian yang tidak sesuai angka-angka yang disampaikan pada pidato tersebut, yang dengan Perda Nomor 3 tahun 2019 sebagai objek pertanggungjawaban. Sebab perubahan Perda mempunyai mekanisme tersendiri baik penetapan maupun perubahannya, sehingga perubahan angka-angka yang ada pada target pendapatan belanja dan pembiayaan perlu pendalaman,” sebut mantan Kepala Desa Tonggolobibi dua periode ini.

Dari penyampaian, laporan APBD 2019 yang disampaikan bupati Fraksi PKS mengajukan beberapa catatan. Pertama Pemda harus menjelaskan penyebab terjadinya selisih angka baik penerimaan belanja dan pembiayaan.

“Kami Fraksi PKS juga meminta pertanggungjawaban anggaran stimulan, baik dari sisi penerimaan maupun belanja,” tutupnya.

Amatan Metrosulawesi, paripurna pandangan umum fraksi yang dihadiri Wakil Bupati Moh Yasin tujuh fraksi menerima laporan bupati APBD 2019 yang dibacakan oleh Kasman Lassa. Selanjutnya, pihak eksekutif akan memberikan jawaban terhadap pernyataan atau pertanyaan yang diajukan tujuh fraksi.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas