Home Ekonomi

DKP Jual Bandeng Bebas Duri Rp10.000

42
BANDENG MURAH - Kepala DKP Provinsi Sulteng, Moh. Arif Latjuba (kanan depan), didampingi pejabat terkait menunjukkan bandeng bebas duri yang dijual dengan harga relatif lebih murah di kegiatan pasar murah berlangsung di area Gedung JCC Jalan Moh. Yamin Palu, Rabu, 22 Juli 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng kembali berkontribusi di kegiatan pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha tahun 2020. Pasar murah berlangsung di area Gedung Jodjokodi Convention Centre (JCC) Jalan Moh. Yamin Palu, Rabu, 22 Juli 2020.

Kepala DKP Provinsi Sulteng, Moh. Arif Latjuba, menerangkan dalam kegiatan pasar murah kali ini pihaknya menjual berbagai olahan ikan seperti bandeng bebas duri, bakso ikan, dan nugget ikan. Bandeng bebas duri yang dijual DKP relatif lebih murah dengan harga Rp10.000 per ekor.

“Harga biasa kalau bandeng bebas duri di luar pasar murah sekitar Rp12.500 sampai Rp15.000 per ekor. Kami di sini berpatisipasi menjual ikan bandeng dengan harga Rp10.000 per ekor,” terang Arif,  Rabu, 22 Juli.

Dia menambahkan DKP akan terus berpartisipasi mengikuti kegiatan pasar murah selama persediaan/stok olahan ikan tersedia. Produk dan hasil olahan yang dijajakan disediakan oleh dinas/UPT DKP Sulteng.

Pada pertengahan Mei lalu, DKP juga turut berpartisipasi di pasar murah yang berlangsung di Lapangan Pogombo Kantor Gubernur, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu. DKP Sulteng saat itu menjajakan berbagai macam olahan ikan seperti bandeng bebas duri, bakso ikan, nugget kaki naga, dan berbagai olahan lainnya yang cukup diminati warga.

Beberapa varian olahan yang dijajakan DKP Sulteng tersebut bahkan langsung diserbu oleh masyarakat. Belum sampai dua jam pelaksanaan pasar murah Disperindag, ikan bandeng bebas duri yang DKP jual langsung ludes. Produk dan hasil olahan yang dijajakan berasal dari dinas maupun UPT DKP Sulteng.

 “Tadi ada banyak sekitaran satu kulkas pendingin ini, sekarang sudah habis. Kami jual lagi besok, (hari ini, red),” kata Kepala Seksi UPT Penerapan Mutu Hasil Perinakan DKP Sulteng, Sunnerta Anai.

Gerakan yang dicanangkan oleh DKP dalam menjajakan hasil-hasil perikanan, kata dia, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah provinsi untuk mendukung program penurunan angka stunting dan memenuhi gizi masyarakat Sulteng.

“Kami mengajak untuk masyarakat Sulawesi Tengah, untuk gemar makan ikan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah dan menekan angka kelahiran yang stunting. Semuanya kami rekomendasikan, ikan air tawar ataupun laut itu sama-sama menganduk gizi yang baik,” pungkas Sunnerta Anai.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas