Home Palu

Diduga Korupsi, Guru-Staf SMPN 19 Palu Minta Kepsek Diganti

88
DEMO - Sejumlah guru SMPN 19 Palu saat melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolahnya, Rabu, 22 Juli 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah guru bersama staf tata usaha SMP Negeri 19 Palu melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut agar Kepala Sekolahnya segera diganti, karena diduga menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk keperluan pribadi.  Aksi itu berlangsung di depan SMPN 19 Palu, sekitar pukul 7.30 wita, Rabu, 22 Juli 2020.

“Kami sudah tidak nyaman dengan kepsek sekarang, sebab sudah melakukan penggelapan dana BOS, bahkan pemalsuan tanda tangan dalam laporan pertanggungjawaban ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu selama dua tahun anggaran (2018-2019),” kata salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya.

Bahkan menurutnya, kepseknya yang bernama Ilman Usman, menjual bantuan sekolah yakni seng kepada salah seorang guru SMPN 19 Palu yang berinisal SU.

“Kepsek ini telah melakukan pembohongan publik, karena pembayaran listrik selama lima bulan tidak dibayarkan, sehingga PLN memutuskan sambungan listrik, dan mengakibatkan tertundanya pengimputan dan penerimaan e-raport. Tetapi beliau memberi keterangan di salah satu media koran, bahwa pemutusan sambungan listrik diakibatkan kesalahan tekhnis,” katanya. 

Dalam aksi itu, sekitar 15 guru mengharapkan Kepala SMPN 19 Palu untuk mundur dari jabatannya.

“Kami mengharapkan tindakan yang tegas dari pihak berwenang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 19 Palu, Ilman Usman, saat dihubungi Metro Sulawesi mengungkapkan,  permasalahan ini berawal dari Bendahara BOS yang telah digantinya beberapa waktu lalu.  

“Bendahara ini melapor ke Inspektorat dengan aduan ada beberapa dana BOS yang harus dibagikan ke Guru, direkayasa tanda tangannya oleh Kepala Sekolah, padahal mereka yang tanda tangan. Kemudian diperiksalah saya di Inspektorat namun hingga saat ini saya belum terima BAPnya,” ujarnya.

Kemudian kata Ilman, ada surat dari Inspektorat yang ditujukan ke Kepala Disdikbud Palu, dengan isi untuk memperlancar pemeriksaan tarhadap Ilman Usman karena disinyalir ada penyalahgunaan dana BOS, untuk itu Ilman di nonaktifkan dari Kepala SMPN 19Palu.   

“Namun Kepala Disdikbud tidak mempunyai dasar untuk mengnonaktifkan saya, karena laporan hasil pemeriksaan (BAP) belum ada ditangannya, sehingga belum bisa mengambil keputusan. Bahkan surat itu belum pernah saya lihat juga, mungkin dari data ini sebagian para guru yang mendemo ini kepsek harus dicopot dari jabatanya,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, mengungkapkan, masalah itu sudah dalam proses oleh Inspektorat, sehingga pihaknya sangat menyesalkan ketika terjadi demo oleh Guru.  

“Karena sebagai ASN atau pendidik harus menjaga etika,” katanya.

“Ketika nanti hasil dari Inspektorat ini turun kita akan mengambil langkah berdasarkan hasil laporan pemeriksaan itu. Jadi saya mohon para guru dan tenaga kependidikan menjaga kesabaran, etika, sehingga tidak terjadi permasalahan baru lagi, sebab dengan ditutupnya sekolah akses pelayanan terganggu,” kata Ansyar.

Ansyar mengaku sudah mengundang kepsek Ilman. Dalam keterangannya, Ilman mengatakan tidak melakukan pelanggaran itu, sehingga permasalahan tersebut diserahkan ke Inspektorat.

“Bukan hanya para guru ini meminta kepseknya diberhentikan sementara tetapi Inspektorat meminta juga, tetapi untuk memberhentikan sementara kita harus konsultasi dulu ke Wali Kota Palu, dan kita harus menunggu laporan hasil pemeriksaannya. Jika sudah ada itu sudah final, bisa kita mengambil langkah,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas