Home Politik

PT Centrogas Sulteng Keluar dari Prolegda 2020

55
Zainal Abidin Ishak. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memutuskan mengeluarkan Ranperda Pembentukan PT Centrogas Sulteng dari Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2020. Keputusan ini diambil karena masih ada satu syarat lagi yang mesti dipenuhi, meskipun seluruh dokumen lainnya sudah tersedia.

Diperjuangkan sejak periode 2014-2019, pembentukan PT Centrogas Sulteng belum juga mampu menembus Prolegda untuk dibahas. Menjadi Raperda inisiatif DPRD Sulteng, pembentukan PT Centrogas Sulteng sebenarnya dipersiapkan untuk mengelola Partisipasi Interest (PI) 10 persen dari potensi Migas cair yang ada di kabupaten Banggai.

Tidak masuknya Raperda Pembentukan PT Centrogas Sulteng dalam Prolgeda 2020, kesempatan Sulteng untuk secepatnya memperoleh PI 10 persen makin molor. Padahal, semangat pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor Migas dengan hak 10 persen.

Anggota Bapemperda DPRD Sulteng, Zainal Abidin Ishak beberapa waktu lalu mengatakan, tidak masuknya Raperda PT Centrogas Sulteng dalam Prolegda karena gubernur belum mengajukan permohonan kepada menteri dalam negeri.

“Belum adanya persetujuan Mendagri untuk pembentukan BUMD PT Centrogas Sulteng, karena gubernur belum menyurat kesana (Mendagri). Sebab itu, dalam waktu dekat kami akan menemui gubernur untuk mempertanyakan permohonan tersebut. Sepanjang belum ada permohonan gubernur kepada Mendagri, maka pembentukan PT Centrogas Sulteng tidak bisa dibahas,” ujar Zainal.

Hal senada juga dikatakan Ketua Bapemperda DPRD Sulteng, Hasan Patongai, belum adanya permohonan gubernur tersebut Bapemperda memutuskan mengeluarkan Raperda PT Centrogas Sulteng dalam Prolegda 2020.

“Sisa menunggu permohonan gubernur saja kepada menteri,” tegas Hasan Patongai.

Prolegda tahun 2020, Bapemperda hanya memasukkan sembilan Ranperda lima merupakan usulan pemerintah daerah sementara empat sisanya merupakan inisiatif DPRD Sulteng.

Dari sembilan Raperda yang masuk Prolegda 2020 diantara Raperda tentang Kearsipan, Raperda tentang Bagian-bagian Jalan, Raperda tentang Pelestarian Kebudayaan dan Raperda tentang Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas