PEMBACAAN DAKWAAN - Terdakwa Praditya Gunawan, dan Halim Pakamundi, saat menjalani sidang perdana di PN Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Akibatkan Korban MD

Palu, Metrosulawesi.id – Dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan pengancaman dan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang, yakni Praditya Gunawan dan Halim Pakamundi, mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa 21 Juli 2020.

Disidang perdana yang dipimpin ketua majelis hakim Zaufi Amri SH didampingi dua hakim anggota, kedua terdakwa menjalani sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kedua terdakwa menjalani sidang turut didampingi tim penasehat hukum yang tunjuk majelis hakim yakni Dynar SH, dan Samsam SH.

Praditya Gunawan dan Halim Pakamundi, merupakan dua dari tiga pelaku pencurian disertai kekerasan yang menyebabkan korban anak MF, meninggal dunia. Peristiwa atas perbuatan para pelaku terjadi di Jalan S. Lewara, kelurahan Ujuna, Palu Barat, pada bulan Maret silam. Satu pelaku atau rekan dari kedua terdakwa yakni Indra Z alias Fajrin (Alm) harus meregang nyawa akibat tertembak saat  proses penangkapan terjadi.

Dalam sidang perdana agenda pembacaan dakwaan Jaksa Hamka SH, mendakwakan kedua terdakwa dengan dakwaan kombinasi yakni pertama kesatu perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat 3 jo pasal 56 ayat 1 KUHP. “Dan kedua perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat 2 ke-2 KUHPidana,” kata Hamka.

Atau kedua, bahwa perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 80 ayat 3 Undang-undang RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Bahwa berdasarkan surat keterangan meninggal nomor 449/191/III/RSU/2020 tanggal 30 Maret 2020, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan rekam medik No. 55409 terhadap pasien MF (korban) dinyatakan benar telah meninggal dunia pada hari Senin tanggal 30 Maret 2020, jam 02.45 wita, di RSU Anutapura Palu,” terang Hamka.

Korban dalam perkara ini yang dinyatakan meninggal dunia, itu tidak lain adalah akibat dari perbuatan terdakwa bersama rekan terdakwa yakni Indra Z (alm) yang juga telah meninggal dunia saat proses penangkapan. Selanjutnya pekan mendatang kedua terdakwa Praditya Gunawan dan Halim Pakamundi akan menjalani sidang dengan agenda pembuktian yakni pemeriksaan saksi-saksi.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas