Home Banggai Kepulauan

Miliki Sabu, BNNK Bangkep Ringkus Seorang Wanita

64
Kepala BNNK Bangkep, Oslan Daud saat press release pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu di Kantor BNNK Bangkep, Selasa (21/07/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Rifan Touk)

Bangkep, Metrosulawesi.id Peredaran narkoba mulai merambah Banggai Laut (Balut),  Sulawesi Tengah. Jajaran Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bangkep mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan meringkus tersangka.

Bertempat di Kantor BNNK Bangkep, Selasa (21/07/2020), digelar press release pengungkapan kasus narkoba jenis sabu. Selain barang bukti, Kepala BNNK Bangkep, Oslan Daud, juga menghadirkan tersangka, MS (41) seorang wanita selaku pemilik sabu.    

Diungkapkan Oslan, penangkapan terhadap MS bermula dari informasi yang diperoleh dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di Wilayah Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut.

“Atas informasi tersebut, anggota langsung bergegas menuju Kabupaten Banggai Laut guna melakukan pengembangan,” tutur Oslan.

Tiba di lokasi sesuai informasi yang diterima, petugas BNNK Bangkep melakukan penggrebekan. Hasilnya, petugas meringkus MS di kediamannya  di Jalan Hertaja, Kelurahan Dodung, Kecamatan Banggai, Balut.

Barang bukti yang disita dari tangan tersangka MS. (Foto: Metrosulawesi/ Rifan Touk)

Selain mengamankan MS, petugas yang melakukan pengeledahan, menemukan sejumlah barang bukti berupa  delapan plastik kecil yang berisi butiran kristal dan diduga  narkotika jenis sabu siap edar. Barang bukti ditemukan petugas di bawah lemari pakaian kamar tidur tersangka.

Selain delapan paket sabu seberat 0,47 gram,  lanjut Oslan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa tiga buah kaca pireks, satu buah timbangan digital merk Constan, satu buah kotak plastik warna bening, serta lima lembar uang kertas pecahan Rp. 100.000.

“Hasil pengembangan asal narkotika, yang diduga jenis sabu itu, didapatkan tersangka dari salah seorang pengedar yang ada di Luwuk. Dan sampai sekarang  orang tersebut masih dalam proses penyelidikan”. jelas Oslan

Saat ini, kata Oslan, delapan paket yang diduga jenis shabu itu,  sudah berada di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar untuk dilakukan pengecekan kebenaran narkoba jenis sabu.

Atas perbuatannya itu, MS dijerat dengan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 Juncto pasal 132, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan sanksi hokum 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta sampai dengan Rp.8 miliar.  (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas