Home Ekonomi

Dinas Perindag Godok 11 Startup Baru

46
11 calon perusahaan startup atau tenant baru hasil seleksi kemudian digodok melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perindag Sulteng bekerja sama IBTI Maleo Center Sulteng. (Foto: Dok. Disperindag)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulteng menargetkan industri digital di daerah terus tumbuh. Karena itu melalui lembaga yang didirikannya yakni Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) Maleo Center Sulawesi Tengah ditargetkan setiap tahun lahir perusahaan berbasis teknologi informasi atau startup.

Tahun ini ada 11 calon perusahaan startup atau tenant baru hasil seleksi kemudian digodok melalui bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar Dinas Perindag Sulteng bekerja sama IBTI Maleo Center Sulteng. Bimtek startup dimulai kemarin (20/7) dan akan berlangsung selama tiga hari.

Kepala Bidang Fasilitasi dan Informasi Industri, Dinas Perindag Sulteng, Irwansyah mengatakan, penggodokan melalui bimtek penting dilakukan terhadap startup baru. Sebab pada umumnya perusahaan pemula sangat rentan terhadap kegagalan terutama di fase awal pendirian.

‘’Kegagalan bisa disebabkan kekurangan modal, manajemen bisnis yang belum baik, dan minimnya pengalaman di dunia bisnis,’’ kata Irwansyah dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut mewakili kepala Dinas Perindag Sulteng.

Kata Irwansyah di dalam bimtek pengelola startup akan mendapat pendampingan, pelatihan, fasilitas pengembangan produk, serta akses ke lembaga keuangan. Dia juga mengatakan, sejak berdiri tahun 2013 lalu IBTI Maleo Center Sulteng telah membina 62 perusahaan startup atau tenan yang bergerak di berbagai bidang usaha.

Ketua IBTI Maleo Center Sulteng, Kus Susilo mengatakan bimtek tahun ini diikuti 11 startup yang lolos melalui serangkaian seleksi. Ke-11 startup masing-masing 2 startup bergerak di bidang produk hardware yakni Smart Air Conditioner Remote dan Water Level Control.

Kemudian 8 bergerak di bidang software yakni Notix.id (aplikasi tiket event), Kursus aja (aplikasi platform pendidikan), Kios.id (platform penjualan sampah), Prof Institute (platform pembelajaran online dan offline), Toru farm (aplikasi penjualan sayur mayor dll), Angkut sampah (platform layanan jasa angkut sampah), Oketring (layanan catering khusus di lingkungan mahasiswa/dosen), dan AgriQ (platform penjualan hasil pertanian). Selain itu ada Tadulako Institude (situs penyedia jasa pengembangan SDM).

Kus Susilo mengatakan, biasanya peserta bimtek mendapat pengetahuan praktis dari instruktur pusat. Namun karena situasi pademi covid-19, tidak bisa mendatangkan instruktur dari pusat.

‘’Karena itu kami ganti dengan instruktur daerah yang besertaifikasi dan berpengalaman,’’ katanya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas