Home Palu

Membangkang, Habsa Yanti Diusulkan Dipecat

148
Pimpinan wilayah DPW Nasdem Sulteng memberikan keterangan pers atas usulan pemecatan Wakil Ketua Dewan Pakar Nasdem Sulteng, Habsa Yanti Ponulele, Sabtu 18 Juli 2020 karena dianggap melanggar keputusan partai terkait Pilkada Kota Palu tahun 2020. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – DPW Nasdem Sulawesi Tengah mengambil langkah tegas berupa usulan pemecatan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Sulteng, Habsa Yanti Ponulele, karena mengambil sikap membangkang atas keputusan partai dalam kontestasi pemilihan wali kota dan waki wali kota Palu 2020.

Habsa Yanti dianggap melakukan pembangkangan karena ikut mencalonkan diri pada Pilkada Kota Palu. Padahal sebagai kader partai, segala yang sudah diputuskan partai seluruh kader wajib mengikutinya.

“DPW Nasdem Sulteng mengusulkan pemecatan Habsa Yanti Ponulele ke DPP Partai Nasdem. Habsa Yanti sudah melakukan pembangkangan atas keputusan partai dengan mencalonkan diri pada Pilkada Kota Palu 2020, padahal Nasdem sudah memutuskan mengusung pasangan Aristan-Muhammad Wahyudin sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Palu,” tegas Atha Mahmud saat jumpa pers, Sabtu 18 Juli 2020.

Lanjut Atha, dalam penetapan calon, semua kader tau bahwa partai Nasdem tidak main-main memberikan rekomendasi kepada calon kepala daerah. Tahapannya sangat panjang, mulai dari penelitian rekam jejak hingga survey lapangan.

“Sebagai pengurus partai, Habsa Yanti pasti tau mekanisme partai dalam mengambil keputusan, dan apa yang sudah diputuskan seluruh kader wajib mematuhinya,” tutur Atha.

Hal senada juga disampaikan Sekretrsi DPW Nasdem Sulteng, Muslimun. Usulan pemecamatan kepada Habsa Yanti sekaligus peringatan kepada kader lainnya.

“Ini juga bagian dari penertiban kader sekaligus peringatan bagi yang lain. Apa yang menjadi keputusan partai, kader wajib mematuhinya,” kata Muslimun.

Dia mengingatkan kepada seluruh kader Nasdem, untuk tetap konsisten bekerja memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur, calon wali kota dan wakil wali kota serta calon bupati dan wakil bupate secara paralel.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas