Home Ekonomi

Bisnis Properti Terimbas Corona 20%

35
ILUSTRASI - Properti syariah. (Foto: Antara)

Palu, Metrosulawesi.id – Meskipun masih terus dijalankan, namun penjualan di segmen bisnis pasar properti di Sulawesi Tengah ikut terimbas akibat virus corona hingga mengalami penurunan sekitar 20%.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Tengah, Musafir Muhaimin, saat dihubungi Metrosulawesi melalui gawai, Kamis (16/7/2020). Ia mengungkapkan bahwa dampak virus corona telah memberi efek luar biasa terhadap properti di Sulawesi Tengah.

“Pembelian sedikit berkurang karena saat ini kondisi ekonomi sangat sulit. Ditambah lagi pegawai swasta banyak yang di rumahkan dan terkena PHK, makanya penjualan properti terpengaruh sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, hampir dapat dipastikan seluruh bidang usaha realestat mengalami kerugian. Padahal, lanjut dia, kontribusi sektor realestat sangat besar terhadap perekonomian di Indonesia. Walaupun saat ini masih dikatakan dapat berjalan.

“Kami masih mengharapkan calon konsumen dari TNI, POLRI, dan PNS. Termasuk karyawan swasta yang tidak terdampak langsung. Jika dilihat analogi perumahan ke depan di daerah ini masih banyak orang yang belum memiliki rumah, sehingga pastinya mereka akan butuh dengan itu, ” ujarnya.

Lanjut dia, anggota REI Sulteng yang aktif membangun kurang lebih ada sekitar 86 perusahaan perumahaan. Ia meminta agar kuota program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap ada dan tidak kehabisan.

“Intinya kami mendorong pemberian kredit perbankan untuk MBR tidak dibatasi segmentasinya. Tetapi saat ini bank sangat selektif untuk memberikan KPR,” ujarnya menambahkan.

Dijelaskan, terkait rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), DPP REI mengusulkan agar Program Sejuta Rumah khususnya rumah subsidi dijadikan sebagai salah satu program padat karya pemerintah.

“Sedangkan, kalau sesuai dari data target kami hingga akhir tahun ini ada sekitar 2.500 rumah yang harus dibangun di Sulteng. Kami tetap optimis bisa pasarkan dengan target,” katanya.

Ia menyebutkan pada masa pandemi Covid-19 ini, perbankan sangat selektif dan membatasi konsumen rumah MBR dan hanya memberikan untuk masyarakat yang memiliki penghasilan tetap (fix income).

“Oleh karena itu, DPP REI mengharapkan ada kebijakan jelas sehingga karyawan swasta atau pekerja dengan penghasilan tidak tetap (non-fix income) lainnya juga dapat menikmati fasilitas kredit rumah subsidi,” sebutnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas