Home Sulteng

Rehab-Rekon Pascabencana Akan Diperpanjang

59
Bartholomeus Tandigala. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala, mengungkapkan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong akan diperpanjang.

Hal tersebut disebabkan pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak ke pelaksanaan rehab rekon. Sebelumnya, rehab rekon telah ditetapkan berakhir Desember 2020 berdasarkan Intruksi Presiden Nomor 10 tahun 2018.

“Sudah pasti akan diperpanjang karena masih banyak yang masih harus dikerjakan,” ungkap Bartho di Palu, Senin, 13 Juli 2020.

Bartho mengatakan rehab rekon masih menyisahkan pengerjaan sejumlah sektor seperti infrastruktur, fasilitas umum, dan sarana-prasarana lainnya. Pengerjaan tidak bisa dilakukan karena pemangkasan anggaran dan pemberlakukan aturan sosial distancing untuk pencegahan Covid-19.

“Covid inikan tidak ada yang tahu akan seperti ini, nanti muncul baru seluruh dunia terpengaruh, anggaran terpaksa dipangkas. Jangankan rehab rekon, orang-orang yang kerja saja sudah banyak yang dirumahkan,” ujarnya.

Sektor infrastruktur yang masih tersendat yaitu pengerjaan jalan dan pembangunan hunian tetap (Huntap) yang dibiayai APBN. Pemerintah turut membangun Huntap untuk memenuhi ketercukupan yang dibangunkan pihak swasta atau NGO.

PR lain yang masih harus dituntaskan terkait rehab rekon yakni penyaluran dana stimulan untuk bantuan pembangunan rumah terdampak bencana. Dana stimulan diberikan untuk rumah rusak kategori ringan, sedang, dan berat.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama ini sudah bisa tuntas disalurkan. Dananya ada di kabupaten/kota,” ucap Bartho.

Bartho menyebutkan faktor utama lambatnya penyaluran dana stimulan karena kabupaten/kota melakukan verifkasi dan validasi secara akurat. Menurutnya lebih baik lambat menuntaskan dalam penyaluran dana stimulan ketimbang berdampak hukum karena tidak tepat sasaran. Namun demikian, diperkirakan penyaluran dana stimulan sudah sekitar 80 persen.

“Tapi kalau tidak karena Covid ini sudah banyak yang bisa kita buat (kerjakan),” pungkas Bartho.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas