Home Sulteng

Dispusarda Sulteng-Komunistas Historia Kumpul Dokumen Penanganan Covid-19 untuk Jadi Buku

40
Yudiawati Vidiana. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dispusarda Sulteng, Yudiawati Vidiana, mengatakan, sejak akhir April, dirinya bersama pegawai bidang kearsipan mulai berpikir untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tentang pandemi Covid-19.

“Pada awal Juni kita sudah melakukan kegiatan penelusuran dan penyelamatan arsip penanganan Covid-19, kami telah membagi menjadi beberapa tim, namun bukan hanya tim dari bidang pembinaan dan juga pemanfaatan arsip, tetapi kami juga bersama teman-teman komunitas Historia,” kata Yudiawati, di ruang kerjanya, Jumat, 10 Juli 2020.    

Menurutnya, komunitas Historia sebelumnya telah bekerjasama dengan bidangnya dalam penulisan buku Gubernur dari masa ke masa. Buku itu belum selesai karena kondisi Covid-19 ini, karena tidak bisa dilakukan penelusuran lebih dalam.

“Jadi sambil menyelesaikan dokumen hasanah Gubernur dari masa ke masa, dalam kondisi Covid-19 ini saya pikir kita harus menciptakan sesuatu yang memang tugas dan fungsi kita sebagai bidang kearsipan, sehingga munculah ide mengumpulkan dokumen Covid-19,” ujarnya.

Yudiawati mengatakan, beberapa tim itu telah dibagi tugasnya, ada tim yang khusus menelusuri dokumen arsip tentang kebijakan-kebijakan pemeritah, baik pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Dokumen-dokumen yang terkumpul akan dijadikan dalam bentuk buku.

“Kemudian ada tim yang mengumpulkan informasi  tetang Covid-19, dalam bentuk visual atau foto di beberapa media sosial, tetapi kita lebih ke spesifik Sulteng. Contohnya, pasien Covid-19 yang belum lama ini kabur dari RSU Anutapura Palu yakni Syahrir, data ini nanti ada di kita,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yudiawati, timnya juga akan mengukumpulkan video-video, baik berkaitan dengan pasien atau tentang tenaga kesehatannya. Termasuk tenaga kesehatan yang gugur, meskipun di Sulteng belum ada, tetapi nasional dapat diambil juga.

“Yang jelas kami pasti akan mengumpulkan arsip-arsip yang ada di Posko, Rumah Sakit, Puskesmas, Tim Gugus Tugas, Sementara ini karena kita belum bisa kontak-kontak secara langsung, sehingga kami masih diskusi lewat Whatsaap, tetapi rencananya di Agustus, jika trend Covid-19 ini sudah mulai menurun dan kita kembali ke zona hijau, kita akan turun ke sejumlah OPD untuk mengumpulkan dokumen arsip Covid-19,” jelasnya.

Kata dia, dokumen-dokumen yang terkumpul saat ini masih secara online.

“Jika sudah zona hijau, dokumen yang secara online itu akan disatukan dengan dokumen lainny, yang dikumpul secara manual,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas