Home Ekonomi

Tahun Ajaran Baru Tak Dongkrak Omset Pedagang

46
Beberapa pembeli di lapak milik Uki di kompleks pasar Bambaru. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Memasuki tahun ajaran baru 2020-2021, ternyata tidak memberikan dampak signifikan kepada pengusaha alat tulis dan pakaian seragam.

Seperti pantauan Metrosulawesi, Rabu (8/7/2020) di lokasi Pasar Bambaru yang hingga kini masih terlihat sepi pembeli. Beberapa pedagang mengeluhkan turunnya pendapatan dari hasil menjual alat tulis.

Uki, salah seorang pedagang di Pasar Bambaru mengungkapkan masa pandemi covid-19 tingkat perekonomian masyarakat belum menggeliat. Ditambah lagi, beredar isu terkait pembelajaran normal akan berlangsung awal tahun 2021.

Dikatakan, meskipun pemerintah telah menetapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal. Namun hal itu, menurutnya sangat tidak berpengaruh karena tetap saja masih ada pembatasan sosial.

“Terasa sekali penurunannya sangat drastis bisa dibilang sampai 50-60 persen. Pastinya, bukan hanya kami, semua pelaku usaha juga terdampak akibat corona,” ungkapnya.

Diakuinya, sebelum pandemi dalam sehari omset penjualan buku dan alat tulis yang diraup mencapai jutaan atau 10 pacx. Sedangkan, untuk harga berkisar antara Rp30 hingga Rp60 ribu.

Abu Firdaus, pemilik toko seragam sekolah di Jalan Teuku Umar. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

“Tapi sekarang satu hari yang laku terjual paling banyak hanya 3 sampai 5 lembar atau Rp100-200 ribu. Apalagi pembelajaran anak sekolah masih berlangsung secara online,” ucapnya.

Kondisi serupa dialami pedagang seragam sekolah.

Abu Firdaus, pemilik toko seragam sekolah di Jalan Teuku Umar mengakui grafik penjualan seragam di tokonya menukik tajam sejak COVID-19 merebak. Dimana pandemi memaksa kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di rumah dengan menggunakan sistem daring

“Hanya siswa kelas 1 saja yang membeli seragam karena tanggal 13 Juli nanti akan ada tahap perkenalan siswa baru. Kalau dilihat pembelian jauh sekali penurunannya sampai 70% menggerus pendapatan,” tuturnya saat ditemui Metrosulawesi, Rabu (8/7/2020).

Ia menyebutkan, biasanya menjelang seminggu masuk sekolah orang tua siswa yang datang membeli sangat ramai. Begitu pula dengan omset per hari yang diraupnya bisa mencapai Rp10 hingga Rp15 juta.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas