Home Sulteng

Daerah Diminta Mulai Siapkan Paket Wisata

43
I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Nyoman Optimis Parekraf Kembali Menggeliat di Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya, mengungkapkan dalam masa adapatasi dan memasuki pemulihan new normal, daerah diminta mulai menyiapkan paket-paket wisata.

“Kita sangat bersyukur pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Kesehatan secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata yang disusun oleh Kemenparekraf/Baparekraf bersama pemangku kepentingan dan kementerian terkait dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19,” ungkap Nyoman, Selasa, 7 Juli 2020.

Paket wisata dimaksud roadtrip dalam kota atau antar destinasi satu kabupaten/kota dengan kabupaten lainnya di provinsi masing-masing mulai Oktober-November 2020. Untuk periode saat ini Juni-Juli 2020, diharapkan masyarakat memanfaatkan fasilitas wisata dalam kota saja (in city activation).

Fasilitas wisata tersebut seperti mengunjungi tempat kuliner, bioskop, SPA, museum dan tempat-tempat rekreasi atau hiburan lainnya dengan tujuan memecah kebekuan dampak berdiam di rumah (stay at home).

Setelahnya pada Agustus-September 2020, diharapkan masyarakat sudah mulai memanfaatkan waktu liburnya untuk menginap di hotel dan bersantai di cafe/restoran serta kolam renang atau fasilitas yang ada di hotel (staycation).

“Pada Desember 2020 dan awal 2021 tahap epic sale yaitu mulai melakukan promosi antar provinsi dengan sasaran wisatawan nusantara serta merencanakan promosi mancanegara untuk tahun 2021,” ujar Nyoman.

Dia mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama jajarannya di daerah mengusung tema program pemerintah #InDOnesiaCARE. Selain itu meluncurkan program #BanggabuatanIndonesia #BeliKreatifLokal dengan menerapkan Cleanliness Healty dan Safety (CHS) di lokasi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang produktif serta aman.

Kemenparekraf dikatakan fokus wisatawan domestik debgan tagline: #diIndonesiaAja yang disesuaikan temanya dimasing-maisng daerah seperti kita #diSultengAja #diPaluAja #diSigiAja #diTogeanAja, dan seterusnya.

“Program dan timelines-nya masing-masing daerah dibuat sesuai dengan kearifan lokalnya,” ucapnya.

Olehnya, Nyoman mengharapkan semua kepala dinas pariwisata kabupaten/kota turut menyosialisasikan atau membuat simulasi melalui video SOP protokol kesehatan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengangkat kearifan lokal sebagai promosi.

“Misalnya membuat video pendek tentang promosi parekraf serta melakukan pembinaan dan pengawasan langsung terhadap usaha pariwisata yang sudah mulai dibuka untuk umum agar secara ketat menerapkan protokol kesehatan dengan tetap memperhatikan situasi kondisi penyebaran Covid di daerah,” tutur Nyoman.

Nyoman mengaku optimis pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) kembali menggeliat di Sulawesi Tengah. Kuncinya, daerah (kabupaten/kota) harus maksimal melakukan persiapan dan promosi.

“Banyak sekali inspirasi dan inovasi yang dapat dilakukan oleh Dispar kabuapten/kota untuk mempersiapkan kebangkitan/pemulihan pariwisata di era new normal ini. Insyaallah, Sulteng bisa dan Parekraf kembali menggeliat,” pungkasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas