Home Palu

Pemotongan UKT Rp200 Ribu Secara Otomatis

132
Dr Ir Sagaf MP. (Foto: Ist)
  • Universitas Tadulako

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Rektor Universitas Tadulako Bidang Kemahasiswaan, Dr Sagaf, mengungkapkan bantuan berupa pulsa paket data sebesar Rp200 ribu akan diberikan dengan pemotongan biaya uang kuliah tunggal (UKT) secara otomatis pada semester ini.

“Nanti sistem kita akan kurangi dulu Rp200 ribu untuk semua mahasiswa,” ungkap Sagaf di Palu, Senin, 6 Juli 2020.

Bantuan pulsa paket data ini merupakan kebijakan Untad untuk kelancaran proses pembelajaran secara online (daring) dampak pandemi virus corona (Covid-19). Bantuan tersebut diberikan untuk bulan April dan Mei lalu.

Untad memilih mekanisme penguarnagan pembayaran UKT dan tidak diberikan secara tunai. Itu karena jika diberikan secara tunai prosesnya cukup lama karena harus meminta nomor rekening masing-masing mahasiswa.

Untad kata Sagaf telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dalam meringankan beban mahasiswa dalam masa pandemi Covid-19. Yang terkait UKT, Untad juga mendapat kuota bantuan biaya uang kuliah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Bantuan UKT dari Kemendikbud sebagai bentuk kepedulian dampak pandemi virus corona (Covid-19).

“Universitas Tadulako mendapat kuota bantuan UKT termasuk yang terbanyak mencapai 3.299 orang,” ungkap Sagaf.

Dia mengatakan Untad mendapat bantuan UKT berawal saat rapat sosialisasi dengan Ditjen Dikti Kemendikbud via daring pada 2 Juli 2020. Dalam rapat daring tersebut, Sagaf menyampaikan kondisi mahasiswa Untad karena terdampak bencana alam 28 September 2018 lalu dan kini terdampak Covid-19.

Atas penyampaian tersebut, Kemendikbud memberikan satu keistimewaan bagi Untad, dengan memberikan kuota bantuan UKT yang cukup banyak daripada PTN lainnya. Bantuan UKT yang akan digelontorkan sebesar Rp2,4 juta per mahasiswa selama satu semester.

Bantuan UKT ini diperuntukkan bagi mahasiswa semester III, V dan VII dengan pembagian kuota 668 orang untuk semester III, 1.047 orang untuk semester V, dan 1.584 orang untuk semester VII.

Syarat utama untuk mendapatkan bantuan UKT tersebut yaitu memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), memiliki Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Hal ini dilakukan agar semua data terhubung dengan Kementerian Sosial (Kemensos).

Apabila tidak memiliki salah satu dari ketiga kartu tersebut, mahasiswa bisa melampirkan surat keterangan terdampak Covid-19, surat pernyataan dari orang tua/wali tidak sanggup membayar UKT semester depan, juga surat keterangan ekonomi lemah.

“Untuk persyaratan tambahan kopian KK dan KTP, transkrip nilai, serta bukti pembayaran SPP semester berjalan. Pengurusan semua melalui fakultas masing-masing secara online dan akan dilanjutkan dengan verifikasi tingkat universitas,” tandas Sagaf.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas